Gusur
Selesai dari Bumi Minang setelah makan-makan dengan Hendra Makmur dan Ridwan Tulus dari Sumatera and Beyond, aku memutar arah pulang menuju masjid Nurul Iman, ada yang baru disana, masjid yang sempat terkatung-katung itu kini sudah mulai di kerjakan. Syukurlah, akhirnya petinggi kampung ini terbit juga kesadarannya.
Lalu, menuju arah Matahari, (biasa, mejeng sebentar) dan disanalah semuanya harus hadir di pelupuk mata. Penggusuran kini menjadi cerita baru di Padang.
Tuesday, 11 July 2006
Monday, 3 July 2006
Sebuah pilihan
Memilih !! siapa yang mau ?? Aku pernah diminta memilih, dulu ketika pemilihan umum, bukannya mencoblos tanda gambar yang kulakukan, namun datang ke TPS dan meletakkan kartu pemilih dimeja KPPS ketika namaku dipanggil, lalu berangkat pergi.
Kini, aku harus memilih lagi, meski bukan pada Pemilu,Pilkada tapi pada sebuiah pilihan yang tidak terlalu sulit, pindah atau bertahan dengan situasi seperti ini...
Memilih !! siapa yang mau ?? Aku pernah diminta memilih, dulu ketika pemilihan umum, bukannya mencoblos tanda gambar yang kulakukan, namun datang ke TPS dan meletakkan kartu pemilih dimeja KPPS ketika namaku dipanggil, lalu berangkat pergi.
Kini, aku harus memilih lagi, meski bukan pada Pemilu,Pilkada tapi pada sebuiah pilihan yang tidak terlalu sulit, pindah atau bertahan dengan situasi seperti ini...
Thursday, 29 June 2006
Demonstran
Apa jadinya jika seorang mantan demonstran dan seorang wartawan aktif bertemu disebuah pasar ikan dan dalam keadaan cuaca panas terik ?.

Kamis di penghujung Juni itu kami kembali bertemu, setelah sekian lama, ia terlihat masih seperti dulu, dengan jenggot dan nada bicara yang sama, bahkan ketika teriakan tanpa beban itu meluncur dari bibirnya, aku masih berusaha mengumpulkan semua cerita tentang orang ini.
Ahmad Khairuddin, seorang mantan aktifis yang masih seperti dulu, sementara aku, orang biasa pernah ikut berdemo dan pernah mengenyam posisi sebagai elit partai politik, lalu tidak mampu lama lama berkhianat pada pilihan hidup sebagai wartawan.
Ambo di Tanjuang Pati kini,!
Manga angku disinan, a proyek ?
Ndak ado, urang rumah karajo disitu,
Oooo..
Seusai berjabat tangan, berbasa basi yang lumayan basi, serta bertanya sudah bulan keberapa kehamilan Fitri..
Dia berlalu, begitu juga aku...
Apa jadinya jika seorang mantan demonstran dan seorang wartawan aktif bertemu disebuah pasar ikan dan dalam keadaan cuaca panas terik ?.
Kamis di penghujung Juni itu kami kembali bertemu, setelah sekian lama, ia terlihat masih seperti dulu, dengan jenggot dan nada bicara yang sama, bahkan ketika teriakan tanpa beban itu meluncur dari bibirnya, aku masih berusaha mengumpulkan semua cerita tentang orang ini.
Ahmad Khairuddin, seorang mantan aktifis yang masih seperti dulu, sementara aku, orang biasa pernah ikut berdemo dan pernah mengenyam posisi sebagai elit partai politik, lalu tidak mampu lama lama berkhianat pada pilihan hidup sebagai wartawan.
Ambo di Tanjuang Pati kini,!
Manga angku disinan, a proyek ?
Ndak ado, urang rumah karajo disitu,
Oooo..
Seusai berjabat tangan, berbasa basi yang lumayan basi, serta bertanya sudah bulan keberapa kehamilan Fitri..
Dia berlalu, begitu juga aku...
Tuesday, 27 June 2006
Bulan Juni dan Air Mata

Tinggal hitungan hari, bulan Juni segera berakhir. Ini bulan dimana semua kenangan menjadi tidak bisa dilupakan, secara umum, inilah bulan dimana aku dilahirkan kedunia, kedua inilah bulan dimana semua peristiwa penting aku alami, bulan dari pernyataan atau tepatnya pembertitahuan bahwa ibu mengidap penyakit liver, bulan dimana untuk pertama kali aku jatuh cinta dan bulan dimana pertama kali aku menyebutkan kata kata keramat kepada wanita.
Dan dalam perjalanan kami ke lokasi tempat Fitri bekerja, aku ceritakan semuanya, bahwa betapa bulan Juni begitu berkesan bagiku. apalagi saat ini kediaman kami di Magek setiap pagi selalu berselimut kabut di pagi hari Juni yang indah.
Aku berharap tahun depan dapat bersamamu lagi Juni..Semoga..
Tinggal hitungan hari, bulan Juni segera berakhir. Ini bulan dimana semua kenangan menjadi tidak bisa dilupakan, secara umum, inilah bulan dimana aku dilahirkan kedunia, kedua inilah bulan dimana semua peristiwa penting aku alami, bulan dari pernyataan atau tepatnya pembertitahuan bahwa ibu mengidap penyakit liver, bulan dimana untuk pertama kali aku jatuh cinta dan bulan dimana pertama kali aku menyebutkan kata kata keramat kepada wanita.
Dan dalam perjalanan kami ke lokasi tempat Fitri bekerja, aku ceritakan semuanya, bahwa betapa bulan Juni begitu berkesan bagiku. apalagi saat ini kediaman kami di Magek setiap pagi selalu berselimut kabut di pagi hari Juni yang indah.
Aku berharap tahun depan dapat bersamamu lagi Juni..Semoga..
Thursday, 22 June 2006
Post Card from Heaven
Hari ini pak Pos datang...
Membawa sebuah kartu dari sorga
Bergambar Jibril tersenyum diatas sajadah cinta
Sebuah pesan tertulis dengan tinta biru
"Kelak kita akan berkumpul disini"
Bukittinggi, 18 Juni 2006
dengan penuh kenangan kepada ibunda Syamsimar, BA (Alm)
Wajah-wajah
Kutemukan Senyum-senyum muram Indonesia
Dikantor tuan Menteri, ruang kerja pejabat dan dibalik meja besar tuan direktur
Semua semu
Kutemukan wajah wajah cerah Ibukota
Diatas kereta listrik, bus-bus antar Kota, metromini dan angkutan Kota
Semuanya nyata
Jakarta, Juni 2003
Eja
Dipagi hari
Kuminta kau tuliskan sebuah kata
C-I-N-T-A
Aku membacanya
CINTA
Dimalam hari
Kau minta kutuliskan sebuah kata
A-I-R-M-A-T-A
Kau membacanya
CINTA
Magek, Maret 2006
Doa
Telah tertulis semua doa
Pada kisi kisi hati
Pada dinding
Pada famlet
Pada papan reklame
Pada lembar kertas
Pada layar monitor
Tuhan, kapan duka Ini pergi.....
Padang, 18 Juni 2006
" ? "
Adakah yang lebih membahagikanmu nona
Daripada langkah bersama menyusuri trotoar kota yang retak
Pada senja yang kemerahan
Pada genggaman tangan
Pada pautan hati
Dan tetes air mata penyadaran
Adakah yang lebih membahagiakanmu nona
Ketika lafaz ijab terkabulkan seketika
Pada germis yang turun perlahan
dan hati seorang yang tak kuasa mehanan perih luka
Padang, 2002
Kanak-Kanak
Lihat kanak-kanak itu.......
Gambaran masa lalu kita yang penuh warna
Berlari, bergoyang ikuti irama
Lihat kanak kanak itu
Gambaran masa lalu kita yang penuh warna
Bermain, Bergelayut manja....
Lihat kanak-kanak itu........
Dalam barak seadanya, dengan piring kering sisa
Hapuskan semua keajaiban masa lalu kita
Chating
Lelaki : Hi
Wanita : Hi too
Lelaki : Anak Padang ya
Wanita : Yup
Wanita : Padang Mana ?
Lelaki : Padang Kota
Lelaki : Kul/ker
Wanita : Kul
Lelaki : Dimana
Wanita : UI
Wanita : U ?
Lelaki : Ker
Seminggu kemudian
Lelaki : Hi
Wanita : Jumpa lagi
Lelaki : Ya. Nga kul hari ini
Wanita : Baru aja pulang
Wanita : U nga kerja ?
Lelaki : Baru aja pulang
Lelaki : Ketemuan yuk
Wanita : Boleh, dimana ?
Lelaki : Stasiun
Wanita : Pocin ?
Lelaki : Yo i
Dua jam kemudian
AKU MEMINTAMU MENJADI ISTRIKU
Stasiun Pondok Cina UI, Agustus 2003.
Adam dan Hawa
Tuhan menciptakan Adam dari segumpal tanah di Sorga
Memberinya hidup penuh suka cita
penuh tawa dan senyum manja
Direlakannya sebatang iga agar tercipta Siti Hawa
sebagai teman setia dialam suka cita
Penuh bujuk rayu, Iblis tak henti menyerta
Menyeret Ayah dan Bunda ke alam dosa
Dan terlahir di dunia
Magek, Fabruary 2006
Hari ini pak Pos datang...
Membawa sebuah kartu dari sorga
Bergambar Jibril tersenyum diatas sajadah cinta
Sebuah pesan tertulis dengan tinta biru
"Kelak kita akan berkumpul disini"
Bukittinggi, 18 Juni 2006
dengan penuh kenangan kepada ibunda Syamsimar, BA (Alm)
Wajah-wajah
Kutemukan Senyum-senyum muram Indonesia
Dikantor tuan Menteri, ruang kerja pejabat dan dibalik meja besar tuan direktur
Semua semu
Kutemukan wajah wajah cerah Ibukota
Diatas kereta listrik, bus-bus antar Kota, metromini dan angkutan Kota
Semuanya nyata
Jakarta, Juni 2003
Eja
Dipagi hari
Kuminta kau tuliskan sebuah kata
C-I-N-T-A
Aku membacanya
CINTA
Dimalam hari
Kau minta kutuliskan sebuah kata
A-I-R-M-A-T-A
Kau membacanya
CINTA
Magek, Maret 2006
Doa
Telah tertulis semua doa
Pada kisi kisi hati
Pada dinding
Pada famlet
Pada papan reklame
Pada lembar kertas
Pada layar monitor
Tuhan, kapan duka Ini pergi.....
Padang, 18 Juni 2006
" ? "
Adakah yang lebih membahagikanmu nona
Daripada langkah bersama menyusuri trotoar kota yang retak
Pada senja yang kemerahan
Pada genggaman tangan
Pada pautan hati
Dan tetes air mata penyadaran
Adakah yang lebih membahagiakanmu nona
Ketika lafaz ijab terkabulkan seketika
Pada germis yang turun perlahan
dan hati seorang yang tak kuasa mehanan perih luka
Padang, 2002
Kanak-Kanak
Lihat kanak-kanak itu.......
Gambaran masa lalu kita yang penuh warna
Berlari, bergoyang ikuti irama
Lihat kanak kanak itu
Gambaran masa lalu kita yang penuh warna
Bermain, Bergelayut manja....
Lihat kanak-kanak itu........
Dalam barak seadanya, dengan piring kering sisa
Hapuskan semua keajaiban masa lalu kita
Chating
Lelaki : Hi
Wanita : Hi too
Lelaki : Anak Padang ya
Wanita : Yup
Wanita : Padang Mana ?
Lelaki : Padang Kota
Lelaki : Kul/ker
Wanita : Kul
Lelaki : Dimana
Wanita : UI
Wanita : U ?
Lelaki : Ker
Seminggu kemudian
Lelaki : Hi
Wanita : Jumpa lagi
Lelaki : Ya. Nga kul hari ini
Wanita : Baru aja pulang
Wanita : U nga kerja ?
Lelaki : Baru aja pulang
Lelaki : Ketemuan yuk
Wanita : Boleh, dimana ?
Lelaki : Stasiun
Wanita : Pocin ?
Lelaki : Yo i
Dua jam kemudian
AKU MEMINTAMU MENJADI ISTRIKU
Stasiun Pondok Cina UI, Agustus 2003.
Adam dan Hawa
Tuhan menciptakan Adam dari segumpal tanah di Sorga
Memberinya hidup penuh suka cita
penuh tawa dan senyum manja
Direlakannya sebatang iga agar tercipta Siti Hawa
sebagai teman setia dialam suka cita
Penuh bujuk rayu, Iblis tak henti menyerta
Menyeret Ayah dan Bunda ke alam dosa
Dan terlahir di dunia
Magek, Fabruary 2006
Subscribe to:
Posts (Atom)