Kuliah ke-7
Pengrekrutan politik ialah proses dengan mana individu-individu menjamin atau mendaftarkan diri untuk menduduki suatu jabatan.
Pengrekrutan merupakan proses dua arah dan sifatnya bisa formal maupun tidak formal
Proses dua arah krn individu-individu mungkin mampu mendapatkan kesempatan atau mungkin didekatioleh orang lain dan kemudian bisa menjabat posisi-posisi tertentu.
Pengrekrutan bisa formal ; kalau para individu direkrut dengan terbuka melalui cara institusional berupa seleksi ataupun pemilihan
Informal ; apabila para individunya direkrut secara prive (sendirian) tanpa melalui atau sedikit sekali melalui cara institusional.
Di Inggris
Dipisahkan antara jabatan politik dengan jabtan birokratis dengan melembagakan satu doktrin netralitas politik bagi para administrator .
Pegawai sipil diangkat melalui badan organisasi politik yang netral diharapkan akan mempertahankan kenetralan politiknya dengan menghindarkan tingkatan kegiatan politik yang lebih tinggi dan dengan mengabdi secara tidak memihak kepada setiap pemerintahan tanpa mempersoalkan corak politik.
Jadi pemerintah bisa berganti-ganti patai yang berbeda pegawai sipil tetap berada dalam posnya.
Di amerika :
Partai yang berkuasa mengadakan perubahan personil secara ekstensif pada eselon yang lebih tinggi dari dinas sipil pada waktu memulai pemerintahan
Sistem ini meliputi perluasan pengawasan partai secara langsung terhadap jabatan politik administratif
Karena jabatan administratif ini merupakan sarana absah untuk memberikan rasa kesetiaan kepada partai
Pergantian personil ini sebagai pembersihan
Sistem pengrekrutan politik :
Seleksi pemilihan melalui ujian serta
Latihan
Namun ada metode tertua yang dipergunakan untuk memperkokoh kedudukan pemimpin-pemimpin politik adalah dengan penyortiran atau penarikan undian (di yunani kuno)
Metode lain untuk mencegah dominasi jabatan dari posisi-posisi berkuasa oleh orang atau kelompok individu tertentu adalah dengan giliran atau rotasi
Metode lain adalah perebutan kekuasaan dengan mengancamkan kekerasan (coup d’etat), revolusi, intervensi militer dari luar, pembunuhan atau kerusuhan rakyat
Tadi cara pengrekrutan yang biasa diasosiasikan dengan perubahan-perubahan personel yang ekstensif
Cara lain yang sering diasosiasikan dengan pengrekrutan yang berkesinambungan dari tipe personil yangsama adalah patronage (abad 18)
Yaitu suatu sistem penyuapan dan sistem korupsi yang rumit
Ada hal lain dimana kenaikan pangkat dapat dibeli oleh individu-individu yang mencari jabatan.
Juga menjadi sistem dimana orang-orang dapat dibujuk untuk bertindak secara khusus dengan imbalan-imbalan hadiah
Patronage sifatnya mengekalkan tipe-tipe personil tertentu
Cara lain yang dapat memunculkan pemimpin-pemimpin alamiah adanya pemilihan oleh suara anggota-anggota parlemen konservatif, sistem politiknya tetap memaksakan sejumlah pembatasan kontekstual dengan cara mengurangi jumlah pemimpin-pemimpin konservatif potensial dari mana pilihan tersebut dimunculkan
Metode lain yang lebih terbatas dimana pemimpin-pemimpin yang ada dapat membantu pelaksanaan pengrekrutan tipe-tipe pemimpin tertentu adalah dengan jalan koopsi (pemilihan anggota-anggota baru)
Tepatnya meliputi pemilihan seseorang ke dalam suatu badan oleh anggota-anggota yang ada
- Hak pilih
- Voting
- pemilihan pendahuluan
Teori pengrekrutan politik dari
- pareto
- Mosca
- Kedudukan kelas kelas atas dan bawah
- Karl mark membantah
- Kebaikan yang terorganisir bisa terkalahkan oleh kejahatan yang terorganisir.
Thursday, 28 April 2011
Tuesday, 26 April 2011
sosiologi politik
Kuliah ke-6
siapa yang berpartisipasi dan mengapa
SIAPA YANG BERPARTISIPASI DAN MENGAPA
Kenapa setiap orang menghindari semua bentuk partisipasi politik atau berpartisipasi pada tingkat rendah mereka digambarkan sebagai: apatis, sinis, alienasi (terasing) dan anomi (terpisah)
Apatis (masa bodoh)
Tidah punya mionat atau tidak punya perhatian terhadap orang lain situasi atau gejala-gejala pada umumnya atau pada khususnya.
Cirri-ciri apatis
Ketidak mampuan untuk mengakui tanggung Jawab pribadi atau untuk menyelidiki atau untuk menerima emosi dan perasaan sendiri, perasaan samar-samar yang tidak dapat dipahamirasa susah tidak aman dan yangh tidak mdapat dipahami, rasa susah dan tidak aman dan merasa terancam.
Sinisme (Robert Agger)
Kecurigaan yang buruk dari sipat manusia dan dengan bantuan suatu alat skala sikap yang dibuat untuk mengukur derajat terhadap mana para responden mereka bersikap sinis baik secara pribadi maupun secara politis.
Alienasi (Robert Lane)
Perasaan keterasingan seseorang dari politik dan pemerintahan Masyarakat dan kecenderungan berfikir mengenai pemerintahan dan politik bangsa yang dilakukan oleh orang lain untuk orang – orang lain, mengikutu sekumpulan aturan-aturan yang tidak adil.
Anomi (Durkheim) oleh Lane
Sebagai perasaan nilai dan ketiadaan arah dalam mana individu mengalami perasaan ketidakefektifan dan bahwa para penguasa bersikap tidak peduli yang mengakibatkan devaluasi DPRD tujuan-tujuan dan hilangnya urgensi untuk bertindak.
Milgart, mensugestikan bahwa partisipasi politik itu berpayasi berkaitan dengan 4 faktor utama:
1. sejauh mana orang menerima perangsang politik
2. karakteristik pribadi seseorang
3. karakteristik social seseorang
4. keadaan politik atau lingkungan politik dimana seseorang dapat menemukan dirinya sendiri
Semakin peka atau terbuka seseorang terhadap perangsang politik lewat kontak pribadi dan organisasi toris dan lewat media massa, makin besar kemungkinannyan dia turut serta dalam kegiatan politik.
Keterbukaan atau kepekaan ini kiranya berbeda dari sayu orang dengan lainnya dan ini MRPK bagian dari proses sosialisasi politik.
siapa yang berpartisipasi dan mengapa
SIAPA YANG BERPARTISIPASI DAN MENGAPA
Kenapa setiap orang menghindari semua bentuk partisipasi politik atau berpartisipasi pada tingkat rendah mereka digambarkan sebagai: apatis, sinis, alienasi (terasing) dan anomi (terpisah)
Apatis (masa bodoh)
Tidah punya mionat atau tidak punya perhatian terhadap orang lain situasi atau gejala-gejala pada umumnya atau pada khususnya.
Cirri-ciri apatis
Ketidak mampuan untuk mengakui tanggung Jawab pribadi atau untuk menyelidiki atau untuk menerima emosi dan perasaan sendiri, perasaan samar-samar yang tidak dapat dipahamirasa susah tidak aman dan yangh tidak mdapat dipahami, rasa susah dan tidak aman dan merasa terancam.
Sinisme (Robert Agger)
Kecurigaan yang buruk dari sipat manusia dan dengan bantuan suatu alat skala sikap yang dibuat untuk mengukur derajat terhadap mana para responden mereka bersikap sinis baik secara pribadi maupun secara politis.
Alienasi (Robert Lane)
Perasaan keterasingan seseorang dari politik dan pemerintahan Masyarakat dan kecenderungan berfikir mengenai pemerintahan dan politik bangsa yang dilakukan oleh orang lain untuk orang – orang lain, mengikutu sekumpulan aturan-aturan yang tidak adil.
Anomi (Durkheim) oleh Lane
Sebagai perasaan nilai dan ketiadaan arah dalam mana individu mengalami perasaan ketidakefektifan dan bahwa para penguasa bersikap tidak peduli yang mengakibatkan devaluasi DPRD tujuan-tujuan dan hilangnya urgensi untuk bertindak.
Milgart, mensugestikan bahwa partisipasi politik itu berpayasi berkaitan dengan 4 faktor utama:
1. sejauh mana orang menerima perangsang politik
2. karakteristik pribadi seseorang
3. karakteristik social seseorang
4. keadaan politik atau lingkungan politik dimana seseorang dapat menemukan dirinya sendiri
Semakin peka atau terbuka seseorang terhadap perangsang politik lewat kontak pribadi dan organisasi toris dan lewat media massa, makin besar kemungkinannyan dia turut serta dalam kegiatan politik.
Keterbukaan atau kepekaan ini kiranya berbeda dari sayu orang dengan lainnya dan ini MRPK bagian dari proses sosialisasi politik.
Thursday, 14 April 2011
sosiologi politik
Kuliah ke-5
PARTISIPASI POLITIK
Sosialisasi politik telah memperlengkapi seseorang dengan sebuah layar tanggapan yang dapat memberinya rangsangan politik yang berakibat pada partisipasi politik yaitu sampai sejauh mana dan sampai pada tingkat apa individu terlibat dalam system politik.
Partisipasi politik adalah keterlibatan individu sampai pada bermacam-macamtingkatan didalam system politik. Aaaktivitas politik bisa bergerak darii ketidaktertiban sampai dengan aktivitas jabatannya. Proses sosialisasi politik telah bisa memperlengkapi seseorang dengan layer tanggapan yang dapat memberinya rangsangan politik. Akibat rangsangan tersebut ada pengaruhnya pada tingkat partisipasi politik seseorang.
PARTISIPASI POLITIK dapat ditinjau dari 4 sudut pandang yaitu:
1. apa yang disebut partisipasi politik
2. berapa luas partisipasi politik tersebut
3. siapakah yang berpartisipasi
4. mengapa mereka berpartisipasi
Bentuk-bentuk partisipasi politik (hierarki parpol)
1.menduduki jabatan politik atau administrative
2. mencari jabatan politik atau administrative
3. keanggotaan aktif suatu organisasi politik
4. keanggotaan pasif suatu organisasi politik
5. keanggotaan aktif organisasi semu politik
6. keanggotaan pasif organisasi semu politk
7. rapat umum demontrasi
8. diskusi politik informal minat umum
9. voting (pemberian suara)
10. Apathi total
Partisipasi pada suatu tingkatan hierarki tidak merupakan prasarat bagi partisipasi pada suatu tingkatan yang lebih tinggi kelompok kepentingan/parpol
Partisipasi penuh dan tanggung Jawab dari rakyat itu tidak bisa berlangsung secara otomatis hal ini disebabkan:
1. terlalu kompleknya susunan Masyarakat modern dengan dimensi-dimensi social dan politik yang saling melibat, dan sulit dipahami oleh orang awamsehingga orang tidak tahu bagaimana caranya berpartisipasi dimedan politik
2. orang merasa tidak berdaya secara fisik maupun ideologis untuk memahami terlebih lagi untuk ikut mempengaruhi kejadian-kejadian social dan politik
3. orang awam dan rakyat lebih banyak diperlakukan sebagai objek politik konsumen politik dan pengikut politikyang patuh tanpa mampu memahami kedudukan pribadinya fungsi politik hak dan kewajibannya ditengah struktur-struktur politik
4. biaya
5. nyawa
6. waktu
PARTISIPASI POLITIK
Sosialisasi politik telah memperlengkapi seseorang dengan sebuah layar tanggapan yang dapat memberinya rangsangan politik yang berakibat pada partisipasi politik yaitu sampai sejauh mana dan sampai pada tingkat apa individu terlibat dalam system politik.
Partisipasi politik adalah keterlibatan individu sampai pada bermacam-macamtingkatan didalam system politik. Aaaktivitas politik bisa bergerak darii ketidaktertiban sampai dengan aktivitas jabatannya. Proses sosialisasi politik telah bisa memperlengkapi seseorang dengan layer tanggapan yang dapat memberinya rangsangan politik. Akibat rangsangan tersebut ada pengaruhnya pada tingkat partisipasi politik seseorang.
PARTISIPASI POLITIK dapat ditinjau dari 4 sudut pandang yaitu:
1. apa yang disebut partisipasi politik
2. berapa luas partisipasi politik tersebut
3. siapakah yang berpartisipasi
4. mengapa mereka berpartisipasi
Bentuk-bentuk partisipasi politik (hierarki parpol)
1.menduduki jabatan politik atau administrative
2. mencari jabatan politik atau administrative
3. keanggotaan aktif suatu organisasi politik
4. keanggotaan pasif suatu organisasi politik
5. keanggotaan aktif organisasi semu politik
6. keanggotaan pasif organisasi semu politk
7. rapat umum demontrasi
8. diskusi politik informal minat umum
9. voting (pemberian suara)
10. Apathi total
Partisipasi pada suatu tingkatan hierarki tidak merupakan prasarat bagi partisipasi pada suatu tingkatan yang lebih tinggi kelompok kepentingan/parpol
Partisipasi penuh dan tanggung Jawab dari rakyat itu tidak bisa berlangsung secara otomatis hal ini disebabkan:
1. terlalu kompleknya susunan Masyarakat modern dengan dimensi-dimensi social dan politik yang saling melibat, dan sulit dipahami oleh orang awamsehingga orang tidak tahu bagaimana caranya berpartisipasi dimedan politik
2. orang merasa tidak berdaya secara fisik maupun ideologis untuk memahami terlebih lagi untuk ikut mempengaruhi kejadian-kejadian social dan politik
3. orang awam dan rakyat lebih banyak diperlakukan sebagai objek politik konsumen politik dan pengikut politikyang patuh tanpa mampu memahami kedudukan pribadinya fungsi politik hak dan kewajibannya ditengah struktur-struktur politik
4. biaya
5. nyawa
6. waktu
Saturday, 2 April 2011
sosiologi politik kuliah ke-4
J. SOSIALISASI MASYARAKAT PRIMITIF
Pentingnya tradisi penekanan terhadap tekhnik-tekhnik sosialisasinya sebagai hal ritual inisiasi dan penekanan yang berulang-ulang dari hirarki dan status yang kita dapat dalam Masyarakat-masyarakat primitive
K. SOSIALISASI POLITIK MASYARAKAT BERKEMBANG
Hubungan hal lama dengan yang baru jelas terlihat dimasyarakat berkembang. Sebagai koloni jajahan kekuatan koloni memperkenalkan lembaga-lembaga politik, barat birokrasi, kebudayaan dan pendidikan, manifestasi dari bermacam-macam Masyarakat barat tetap ada dan utuh membentuk wahana-wahana modernisasi dalam Masyarakat. masa kemerdekaan bergelut dengan nilai-nilai tradisional sehingga pasca kemerdekaan menjadi campuran yang melekat kuat. Campuran yang komplek dari hal-hal tradisional dan modern
Proses tradisional dari sosialisasi terus menerus membentuk orientasi dan pola-pola tingkah laku mayoritas rakyatnya sedangkan para peminpin pllitik selalu berusaha menghancurkannya yang dianggap sebagai suatu rintangan bagi kemajuan sehingga sosialisasi terpotong-potong karena Masyarakat yang transisi modern dan tradisional.
LE VINE Mengemukakan 3 faktor penting dalam sosialisasi Masyarakat berkembang
1. pertumbuhan penduduk dinegara berkembang dapat melaui kapasitas mereka untuk memodernisir keluarga tradisional lewat industrialisasi dan pendidikan
2. sering terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai-nilai tradisional anatara jenis-jenis kelamin (gender) sehingga kaum perempuan lebih erat terikat. Peran ibu memegang peran penting dalam sosialisasi
3. pengaruh urbanisasi sebagai satu kekuatan perkasa untuk menumbuhkan nilai-nilai tradisional
Pentingnya tradisi penekanan terhadap tekhnik-tekhnik sosialisasinya sebagai hal ritual inisiasi dan penekanan yang berulang-ulang dari hirarki dan status yang kita dapat dalam Masyarakat-masyarakat primitive
K. SOSIALISASI POLITIK MASYARAKAT BERKEMBANG
Hubungan hal lama dengan yang baru jelas terlihat dimasyarakat berkembang. Sebagai koloni jajahan kekuatan koloni memperkenalkan lembaga-lembaga politik, barat birokrasi, kebudayaan dan pendidikan, manifestasi dari bermacam-macam Masyarakat barat tetap ada dan utuh membentuk wahana-wahana modernisasi dalam Masyarakat. masa kemerdekaan bergelut dengan nilai-nilai tradisional sehingga pasca kemerdekaan menjadi campuran yang melekat kuat. Campuran yang komplek dari hal-hal tradisional dan modern
Proses tradisional dari sosialisasi terus menerus membentuk orientasi dan pola-pola tingkah laku mayoritas rakyatnya sedangkan para peminpin pllitik selalu berusaha menghancurkannya yang dianggap sebagai suatu rintangan bagi kemajuan sehingga sosialisasi terpotong-potong karena Masyarakat yang transisi modern dan tradisional.
LE VINE Mengemukakan 3 faktor penting dalam sosialisasi Masyarakat berkembang
1. pertumbuhan penduduk dinegara berkembang dapat melaui kapasitas mereka untuk memodernisir keluarga tradisional lewat industrialisasi dan pendidikan
2. sering terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai-nilai tradisional anatara jenis-jenis kelamin (gender) sehingga kaum perempuan lebih erat terikat. Peran ibu memegang peran penting dalam sosialisasi
3. pengaruh urbanisasi sebagai satu kekuatan perkasa untuk menumbuhkan nilai-nilai tradisional
Wednesday, 16 March 2011
Akhir dari Peradaban

Gempa dahsyat yang mengguncang Jepang beberapa hari yang lalu dengan kekuatam 9 SR dan menimbulkan tsunami mengguncangkan dunia. Bahkan, gempa tersebut merupakan gempa terbesar abad ini mengalahkan gempa Aceh yang menewaskan 100.000 orang. Gempatersebut selain meruntuhkan bangunan-bangunan di negera Akihito tersebut juga merusak system pendingin nuklir di Fukushima dan Daichi. Sampai saat ini, pemerintah jepang sedang sibuk mencari cara untuk mendinginkan reactor nuklir tersebut. Radiasi yang ditimbulkan, membuat Naoto Kan, memberlakukan darurat nuklir di Jepang. Radiasi yang mengancam penduduk sekitar sangat membahayakan kelangsungan penduduk sekitar.
Masih ingat dalam ingatan kita ketika bulan April 1986, reactor nuklir di Chernobyl, beberapa kilometer dari ibukota Ukraina, Kiev meledak sampai 1400 meter ke udara, sedangkan dampak radiasi yang ditimbulkan sangat masif, sekitar 300 km dampak radiasi masih dapat dirasakan. Ledakan nuklir Chernobyl di kiev bahkan memiliki daya ledak 200 kali Bom Atom Nagasaki Hiroshima tahun 1945. Sampai saat ini, tidak ada tumbuhan bahkan hewan renik yang hidup didaerah tersebut. Kalaupun ada yang hidup, bentuk fisiknya mengalami mutasin genetic. Korban radiasi nuklir tersebut ada yang mengalami kanker sekitar setahun kemudian. Anak-anak yang dilahirkan mengalami teratogenik sehingga lahir cacat.
Tragedy yang sungguh mengerikan dan mengancam sejarah peradaban umat manusia di bumi. Bisa dibayangkan jika nuklir tsersebut meledak, bukan tidak mungkin efeknya bisa dirasakan hingga jarak ribuan kilometer. Hancurnya peradaban dan mutasi genetic yang terjadi dapat menyebabkan perubahan struktur manusia. Mungkin ini yang dikatakan dalam teori sejarah, bahwa sejarah dapat terulang seperti sebuah spiral yang alurnya memiliki kesamaan namun susunannya berbeda.
Sejarah umat manusia yang diawali dari ketiadaan hingga mencapai ada merupakan contoh riil dari proses dekonstruksi peradaban manusia. Jika kita lihat bahwasanya meteor raksasa pernah menghantam bumi dan menghancurkan isi bumi hingga membunuh peradaban dinosaurus. Hal yang sama yang terjadi pada saat ini, ketika teknologi semakin canggih dengan nuklir sebagai media propaganda. Atas nama peradaban, efek patologis ini mengancam nyawa umat manusia. Sepertinya, apa yang dicita-citakan Francois Bacon dengan Knowledge to Power, impian membangun Negara dengan teknologi canggih mendekati kenyataan. Namun yang menjadi tumbal adalah kemanusiaan. Sepertinya inilah tanda-tanda akhir dari peradaban..
Wallahualam..
Masih ingat dalam ingatan kita ketika bulan April 1986, reactor nuklir di Chernobyl, beberapa kilometer dari ibukota Ukraina, Kiev meledak sampai 1400 meter ke udara, sedangkan dampak radiasi yang ditimbulkan sangat masif, sekitar 300 km dampak radiasi masih dapat dirasakan. Ledakan nuklir Chernobyl di kiev bahkan memiliki daya ledak 200 kali Bom Atom Nagasaki Hiroshima tahun 1945. Sampai saat ini, tidak ada tumbuhan bahkan hewan renik yang hidup didaerah tersebut. Kalaupun ada yang hidup, bentuk fisiknya mengalami mutasin genetic. Korban radiasi nuklir tersebut ada yang mengalami kanker sekitar setahun kemudian. Anak-anak yang dilahirkan mengalami teratogenik sehingga lahir cacat.
Tragedy yang sungguh mengerikan dan mengancam sejarah peradaban umat manusia di bumi. Bisa dibayangkan jika nuklir tsersebut meledak, bukan tidak mungkin efeknya bisa dirasakan hingga jarak ribuan kilometer. Hancurnya peradaban dan mutasi genetic yang terjadi dapat menyebabkan perubahan struktur manusia. Mungkin ini yang dikatakan dalam teori sejarah, bahwa sejarah dapat terulang seperti sebuah spiral yang alurnya memiliki kesamaan namun susunannya berbeda.
Sejarah umat manusia yang diawali dari ketiadaan hingga mencapai ada merupakan contoh riil dari proses dekonstruksi peradaban manusia. Jika kita lihat bahwasanya meteor raksasa pernah menghantam bumi dan menghancurkan isi bumi hingga membunuh peradaban dinosaurus. Hal yang sama yang terjadi pada saat ini, ketika teknologi semakin canggih dengan nuklir sebagai media propaganda. Atas nama peradaban, efek patologis ini mengancam nyawa umat manusia. Sepertinya, apa yang dicita-citakan Francois Bacon dengan Knowledge to Power, impian membangun Negara dengan teknologi canggih mendekati kenyataan. Namun yang menjadi tumbal adalah kemanusiaan. Sepertinya inilah tanda-tanda akhir dari peradaban..
Wallahualam..
Tuesday, 15 March 2011
soosiolgi politik kuliah ke-3
EASTON DAN DENNIS MENGUTAKAN 4 TAHAP DALAM SOSIALISASI POLITIK DIRI ANAK-ANAK
1. Pengenalan otoritas melalui individu tertentu (orang tua, pres dan polisi)
2. perkembangan perbedaan antara otoritas internal dan eksternal yaitu antara pejabat swasta dan pejabat pemerintah
3. pengenalan mengenai institusi-institusi politik yang impersonal seperti kongres MA dan pemilu
4. perkembangan pembedaan antara institusi-institusi politik dan mereka yang terlibat dalam aktivitas yang diasosiasiakan dengan institusi
ROBERT LANE yang mensugestikan tiga kepercayaan politikyang dapat diletakan melalui keluarga
1. dengan indroktinasi terbuka (overt)dan indoktrinasi tertutup (covert)
2. dengan menempatkan anak pada konteks social khusus
3. dengan jalan membentuk kepribadian anak
G. SOSIALISASI POLITIK ORANG REMAJA
Sosialisasi politik masa remaja dilakukan melalui persahabatan dan perkenalan , diteruskan dan diperbaharui lewat media kesenggangan waktu dan media massa.
Jadi memperkokoh sosialisasi sebelumnya kependahan dari desa kekota, pengalaman menganggur, keanggotaan organisasi sukarela, penyerapan opini media massa dapat dirusak, diperkokoh atau diubah oleh pengalaman
H. SOSIALISASI POLITIK ORANG DEWASA
Pengetahuan nilai-nilai dan sikap-sikap yang diperoleh seseorang selama masa kanak-kanak dan remaja akan diperbandingkan dengan pengalaman dalam kehidupan semasa dewasa semua itu dapat diperkokoh dirusak atau diubah oleh pengalaman. Maka mensugestikan kebaikannya adalah sama dengan mengemukakan tingkah laku politik yang statis.
Dengan semakin bertambah usia memperkuat sosialisasi masa muda dan kaitannya dengan perubahan tingkah laku politik
I. SOSIALISASI POLITIK MASYARAKAT TOTALITER
Dengan jalan membentuk kembali secara radikal ajaran organisasi dan pendidikan anak-anak muda Negara totaliter berusaha untuk mengontrol semua aspek dari masyarakatnya, ideology Negara menjadi basis resmi bagi semua tindakan dan aktivitas. Maka pikiran dan jiwa manusia itu harus direbut dituntun dan dikekang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan dari Negara lewat wahana dari ideologinya.
Tiap Negara berusaha untuk mensosialisasikan para anggota masyarakatnya sampai derajat-derajat yang berbeda dengan jalan mengontrol informasinya. Dalam Masyarakat totaliter pengontrolan meliputi segala-galanya.
Contoh pola pengasuhan anak oleh generasi tua rusia
1. tradisi, terutama agama namun juga termasuk ikatan-ikatan kekeluargaan dan tradisi pada umumnya
2. prestasi, ketekunan, pencapaian ganjaran-ganjaran materiil, mobilitas social pribadi, kejujuran, ketulusan, keadilan dan kemurahan hati
3. pribadi, kejujuran, ketulusan, keadilan dan kemurahan hati
4. penyesuaian diri, bergaul dengan baik, menjauhkan diri dari kericuhan, keamanan dan ketentraman
J. SOSIALISASI MASYARAKAT PRIMITIF
Pentingnya tradisi penekanan terhadap tekhnik-tekhnik sosialisasinya sebagai hal ritual inisiasi dan penekanan yang berulang-ulang dari hirarki dan status yang kita dapat dalam Masyarakat-masyarakat primitive
K. SOSIALISASI POLITIK MASYARAKAT BERKEMBANG
Hubungan hal lama dengan yang baru jelas terlihat dimasyarakat berkembang. Sebagai koloni jajahan kekuatan koloni memperkenalkan lembaga-lembaga politik, barat birokrasi, kebudayaan dan pendidikan, manifestasi dari bermacam-macam Masyarakat barat tetap ada dan utuh membentuk wahana-wahana modernisasi dalam Masyarakat. masa kemerdekaan bergelut dengan nilai-nilai tradisional sehingga pasca kemerdekaan menjadi campuran yang melekat kuat. Campuran yang komplek dari hal-hal tradisional dan modern
Proses tradisional dari sosialisasi terus menerus membentuk orientasi dan pola-pola tingkah laku mayoritas rakyatnya sedangkan para peminpin pllitik selalu berusaha menghancurkannya yang dianggap sebagai suatu rintangan bagi kemajuan sehingga sosialisasi terpotong-potong karena Masyarakat yang transisi modern dan tradisional.
LE VINE Mengemukakan 3 faktor penting dalam sosialisasi Masyarakat berkembang
1. pertumbuhan penduduk dinegara berkembang dapat melaui kapasitas mereka untuk memodernisir keluarga tradisional lewat industrialisasi dan pendidikan
2. sering terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai-nilai tradisional anatara jenis-jenis kelamin (gender) sehingga kaum perempuan lebih erat terikat. Peran ibu memegang peran penting dalam sosialisasi
3. pengaruh urbanisasi sebagai satu kekuatan perkasa untuk menumbuhkan nilai-nilai tradisional
0 komentar |
undefined
undefined
sosiologi politik
SMI
Apa itu Sosiologi Politik?
Diposkan oleh Siti Rusliani Selasa, 01 Maret 2011 di 11:32
Pengertian
Sosiologi dicuatkan oleh COMTE dan HEBERT SPENCER (1820-1903)
Masyarakat sebagai unit dasar dari analisa sosiologi, sedangkan macam-macam pelembagaan (keluarga, lembaga politik, ekonomi, keagamaan) dan interelasi antara lembaga-lembaga merupakan sub unit dari analisa.
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam grjala sosial (ekonomi, kwluarga dan gejala moral).
Menurut Aristoteles, Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujugkan kebaikan bersama.
Jadi Sosiologi Politik adalah upaya untuk memahami dan campur tangan ke dalam hubungan yang selalu berubah antara sosial dan poltik.
Bidang sosiologi politik meliputi:
1. Masalah politik dalam nasyarakat
2. Struktur sosial dan struktur politik
3. Antara tngkah laku sosial dan tingkah laku politik
Sehingga sosiologi politik adalah ilmu yang mempelajari mata rantai anatara politik dan masyarakat, sebagai jembatan teoritis dan metodologis antara sosiologi dan ilmu politik (hybrid interdisipliner) - Satori.
4 Skema Sosiologi Politik:
1. Sosialisasi Politik
2. Partisipasi Politik
3. Penerimaan / pengrekrutan politik
4. Kominikasi Politik
Pendekatan Sosiologi Politik antara lain:
1. Pendekatan Historis (Karl Mark dan Max Weber)
Peristiwa masa silam penting dalam menyajikan suatu persfektif yang diperlukan.
2. Pendekatan Komparatif (Ostrogorski dan Michel)
Studi mengenai gejala-gejala politik dari suatu madyarakat tertentu. digunakan atau dipelajari untuk menyoroti fenomena yang sama atau fenomena yang kontra dari madyarakat lainnya.
3. Pendekatan Institusional
Menkonsentrasikan diri pada faktor-faktor konstitusional dam legalistik.
4. Pendekatan Behavioral
menekannkan individu sebagai unit dasar dari analisa dan dirasanya perlu memisahkan fakta dengan nilai-nilai serta perlunya membuat generalisasi yang sudah diverifikasi
0 komentar |
1. Pengenalan otoritas melalui individu tertentu (orang tua, pres dan polisi)
2. perkembangan perbedaan antara otoritas internal dan eksternal yaitu antara pejabat swasta dan pejabat pemerintah
3. pengenalan mengenai institusi-institusi politik yang impersonal seperti kongres MA dan pemilu
4. perkembangan pembedaan antara institusi-institusi politik dan mereka yang terlibat dalam aktivitas yang diasosiasiakan dengan institusi
ROBERT LANE yang mensugestikan tiga kepercayaan politikyang dapat diletakan melalui keluarga
1. dengan indroktinasi terbuka (overt)dan indoktrinasi tertutup (covert)
2. dengan menempatkan anak pada konteks social khusus
3. dengan jalan membentuk kepribadian anak
G. SOSIALISASI POLITIK ORANG REMAJA
Sosialisasi politik masa remaja dilakukan melalui persahabatan dan perkenalan , diteruskan dan diperbaharui lewat media kesenggangan waktu dan media massa.
Jadi memperkokoh sosialisasi sebelumnya kependahan dari desa kekota, pengalaman menganggur, keanggotaan organisasi sukarela, penyerapan opini media massa dapat dirusak, diperkokoh atau diubah oleh pengalaman
H. SOSIALISASI POLITIK ORANG DEWASA
Pengetahuan nilai-nilai dan sikap-sikap yang diperoleh seseorang selama masa kanak-kanak dan remaja akan diperbandingkan dengan pengalaman dalam kehidupan semasa dewasa semua itu dapat diperkokoh dirusak atau diubah oleh pengalaman. Maka mensugestikan kebaikannya adalah sama dengan mengemukakan tingkah laku politik yang statis.
Dengan semakin bertambah usia memperkuat sosialisasi masa muda dan kaitannya dengan perubahan tingkah laku politik
I. SOSIALISASI POLITIK MASYARAKAT TOTALITER
Dengan jalan membentuk kembali secara radikal ajaran organisasi dan pendidikan anak-anak muda Negara totaliter berusaha untuk mengontrol semua aspek dari masyarakatnya, ideology Negara menjadi basis resmi bagi semua tindakan dan aktivitas. Maka pikiran dan jiwa manusia itu harus direbut dituntun dan dikekang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan dari Negara lewat wahana dari ideologinya.
Tiap Negara berusaha untuk mensosialisasikan para anggota masyarakatnya sampai derajat-derajat yang berbeda dengan jalan mengontrol informasinya. Dalam Masyarakat totaliter pengontrolan meliputi segala-galanya.
Contoh pola pengasuhan anak oleh generasi tua rusia
1. tradisi, terutama agama namun juga termasuk ikatan-ikatan kekeluargaan dan tradisi pada umumnya
2. prestasi, ketekunan, pencapaian ganjaran-ganjaran materiil, mobilitas social pribadi, kejujuran, ketulusan, keadilan dan kemurahan hati
3. pribadi, kejujuran, ketulusan, keadilan dan kemurahan hati
4. penyesuaian diri, bergaul dengan baik, menjauhkan diri dari kericuhan, keamanan dan ketentraman
J. SOSIALISASI MASYARAKAT PRIMITIF
Pentingnya tradisi penekanan terhadap tekhnik-tekhnik sosialisasinya sebagai hal ritual inisiasi dan penekanan yang berulang-ulang dari hirarki dan status yang kita dapat dalam Masyarakat-masyarakat primitive
K. SOSIALISASI POLITIK MASYARAKAT BERKEMBANG
Hubungan hal lama dengan yang baru jelas terlihat dimasyarakat berkembang. Sebagai koloni jajahan kekuatan koloni memperkenalkan lembaga-lembaga politik, barat birokrasi, kebudayaan dan pendidikan, manifestasi dari bermacam-macam Masyarakat barat tetap ada dan utuh membentuk wahana-wahana modernisasi dalam Masyarakat. masa kemerdekaan bergelut dengan nilai-nilai tradisional sehingga pasca kemerdekaan menjadi campuran yang melekat kuat. Campuran yang komplek dari hal-hal tradisional dan modern
Proses tradisional dari sosialisasi terus menerus membentuk orientasi dan pola-pola tingkah laku mayoritas rakyatnya sedangkan para peminpin pllitik selalu berusaha menghancurkannya yang dianggap sebagai suatu rintangan bagi kemajuan sehingga sosialisasi terpotong-potong karena Masyarakat yang transisi modern dan tradisional.
LE VINE Mengemukakan 3 faktor penting dalam sosialisasi Masyarakat berkembang
1. pertumbuhan penduduk dinegara berkembang dapat melaui kapasitas mereka untuk memodernisir keluarga tradisional lewat industrialisasi dan pendidikan
2. sering terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai-nilai tradisional anatara jenis-jenis kelamin (gender) sehingga kaum perempuan lebih erat terikat. Peran ibu memegang peran penting dalam sosialisasi
3. pengaruh urbanisasi sebagai satu kekuatan perkasa untuk menumbuhkan nilai-nilai tradisional
0 komentar |
undefined
undefined
sosiologi politik
SMI
Apa itu Sosiologi Politik?
Diposkan oleh Siti Rusliani Selasa, 01 Maret 2011 di 11:32
Pengertian
Sosiologi dicuatkan oleh COMTE dan HEBERT SPENCER (1820-1903)
Masyarakat sebagai unit dasar dari analisa sosiologi, sedangkan macam-macam pelembagaan (keluarga, lembaga politik, ekonomi, keagamaan) dan interelasi antara lembaga-lembaga merupakan sub unit dari analisa.
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam grjala sosial (ekonomi, kwluarga dan gejala moral).
Menurut Aristoteles, Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujugkan kebaikan bersama.
Jadi Sosiologi Politik adalah upaya untuk memahami dan campur tangan ke dalam hubungan yang selalu berubah antara sosial dan poltik.
Bidang sosiologi politik meliputi:
1. Masalah politik dalam nasyarakat
2. Struktur sosial dan struktur politik
3. Antara tngkah laku sosial dan tingkah laku politik
Sehingga sosiologi politik adalah ilmu yang mempelajari mata rantai anatara politik dan masyarakat, sebagai jembatan teoritis dan metodologis antara sosiologi dan ilmu politik (hybrid interdisipliner) - Satori.
4 Skema Sosiologi Politik:
1. Sosialisasi Politik
2. Partisipasi Politik
3. Penerimaan / pengrekrutan politik
4. Kominikasi Politik
Pendekatan Sosiologi Politik antara lain:
1. Pendekatan Historis (Karl Mark dan Max Weber)
Peristiwa masa silam penting dalam menyajikan suatu persfektif yang diperlukan.
2. Pendekatan Komparatif (Ostrogorski dan Michel)
Studi mengenai gejala-gejala politik dari suatu madyarakat tertentu. digunakan atau dipelajari untuk menyoroti fenomena yang sama atau fenomena yang kontra dari madyarakat lainnya.
3. Pendekatan Institusional
Menkonsentrasikan diri pada faktor-faktor konstitusional dam legalistik.
4. Pendekatan Behavioral
menekannkan individu sebagai unit dasar dari analisa dan dirasanya perlu memisahkan fakta dengan nilai-nilai serta perlunya membuat generalisasi yang sudah diverifikasi
0 komentar |
Tuesday, 8 March 2011
Sosiologi Politik
Kuliah ke 2
A. SOSIALISASI POLITIK
Sosialisasi poitik adalah suatu proses bagaimana memperkenalkan system politik pada seseorang dan bagaimana orang tesebut menentukan tanggapan serta reaksi-reaksinya terhadap gejala politik. Sosialisasi politik juga dapat diartikan sebagaiproses oleh pengaruh mana seorang individu bisa mengenali system politik yang kemudian menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksi-reaksinya terhadap gejala-gejala politik.
B. PENTINGNYA SOSIALISASI POLITIK
Sosialisasi politik sangat penting sebagai suatu proses dengan mana individu-individu sampai pada kadar yang berbeda bisa terlibat dalam satu system politik
Sosialisasi politik konsep kunci sosiologi politik karena:
1. ketiga konsep lain (partisipasi, pengrekrutan,komunikasi)erat kaitannya dengan sosialisasi politik . partisipasi dan pengrekrutan merupakan variable-variabel dependen yang parsial dari sosialisasi dan komunikasi karena keduanya menyajikan elemen dinamis dalam sosialisasi
2. sosialisasi politik memperlihatkan interaksi dan interdependensi perilaku social dan perilaku politik
Segi penting sosialisasi
1. pola-pola aksi karena sosialisasi merupakan hasil belajar dari pengalaman
2. memberikan indikasi umum hasil belajar tingkah laku individu
3. sosialisasi berlanjut sepanjang kehidupan
4. pra kondisi yang diperlukan bagi aktivitas social memberikan penjelasan bagi tingkah laku social
C.HUBUNGAN SOSIALISASI DENGAN PERUBAHAN SOSIAL
Kaum fungsionalis menamakannya sebagai pemeliharaan system.
Pendapatnya: sosialisasi itu adalah bagaimana suatu system dapat terus bertahan dalam satu waktu tertentu.
System jika mau terus bertahan menuntut agar fungsi-fungsi tertentu harus dipenuhi dengan jalan melaksanakan peranan-peranan tertentu yang dilakukan oleh individu atau kelompok, dan prestasi dari peranan ini tidak bisa diasumsikan melainkan harus dipelajari
JADI: Masyarakat yang mampu melestarikan diri dengan jalan mengajar anggota-anggota barunya mengenai nilai-nilai dan cara-cara bertingkah laku
D. TIGA MEKANISME AGEN MENTRANSMISIKAN DARI SOSIALISASI POLITIK
1. Imitasi (peniruan)
2. instruksi (peristiwa penjelasan diri)(tingkah laku politik)
3. motivasi (by trial and error)
Ketiga mekanisme diatas oleh ROBERT LE VINE disebut sebagai sosialisasi masa kanak-kanak.
E. WATAK POLITIK (TIPE KEPRIBADIAN)YANG BERLANDASKAN PADA GEJALA-GEJALA PSIKOLOGIS (ERICH FROMM)
1. TIPE SATU AUTOMATOM
Seseorang yang kehilangan rasa indivualitasnya disebabkan oleh proses penyesuaian terhadap nilai-nilai umum
2. AGITATOR POLITIK
Seseorang yang mahir dikontrak pribadi dan terampil dalam usaha membangkitkan emosi-emosi politik
3.ADMINISTRATOR POLITIK
Terampil mahir dalam memanipilasikanorganisasi-organisasi dan situasi-situasi
4. TEORITIS POLITIK
Terampil dan mahir dalam memanipulasi ide-ide
5.BIROKRAT
Yang terlalu menekannkan peraturan-peraturan formal dan organisasi dan merealisasikannya terhadap situasi menurut kebiasaan tertentu
F.KEPRIBADIAN DEMOKRATIS
1. MENURUT INKELES
a. menerima orang lain
b. terbuka terhadap pengalaman dan ide-ide baru
c. bertanggung Jawab namun bersikap waspada terhadap kekuasaan
d. toleransi terhadap perbedaan-perbedaan
e. emosi-emosinya terkontrol
2.MENURUT LASWELL
a. sikap yang hangat terhadap orang lain
b. menerima nilai-nilai bersama orang lain
c. memiliki sederetan luas mengenai nilai-nilai
d. menaruh kepercayaan terhadap lingkungannya
e. memiliki kebebasan yang relative sifatnya terhadap kecemasan
PENDEKATAN TERHADAP DUA DIMENSI TERHADAP MASALAH KEPRIBADIAN POLITIK DENGAN MENGGUNAKAN SKALA SIKAP (H.J.EYSENCK)
1. Sindrom Konservatisme radikalisme (R-FAKTOR)
Menjelaskan diri sendiri hany terdiri atas perkiraan mengenai tingkatan terhadap mana individu-individu menganut pandangan-pandangan radikal atau konservatif
2. Sindrom Kecenderungan Kasar kecenderungan lembut (T-faktor)
Kecenderungan lembut
- rasionalistis (berpegang pada prinsif)
- intelektualistis
- idealistis
- optimistis
- religius
- bersadarkan kemauan bebas
- monistis
- dogmatis
kecenderungan kasar
- empiristis (berpegang pada fakta)
- sensasionalitas
- materialistis
- pesimistis
- irreligious
- fatalistis
- pluralistis
- skeptis
EASTON DAN DENNIS MENGUTAKAN 4 TAHAP DALAM SOSIALISASI POLITIK DIRI ANAK-ANAK
1. Pengenalan otoritas melalui individu tertentu (orang tua, pres dan polisi)
2. perkembangan perbedaan antara otoritas internal dan eksternal yaitu antara pejabat swasta dan pejabat pemerintah
3. pengenalan mengenai institusi-institusi politik yang impersonal seperti kongres MA dan pemilu
4. perkembangan pembedaan antara institusi-institusi politik dan mereka yang terlibat dalam aktivitas yang diasosiasiakan dengan institusi
ROBERT LANE yang mensugestikan tiga kepercayaan politikyang dapat diletakan melalui keluarga
1. dengan indroktinasi terbuka (overt)dan indoktrinasi tertutup (covert)
2. dengan menempatkan anak pada konteks social khusus
3. dengan jalan membentuk kepribadian anak
G. SOSIALISASI POLITIK ORANG REMAJA
Sosialisasi politik masa remaja dilakukan melalui persahabatan dan perkenalan , diteruskan dan diperbaharui lewat media kesenggangan waktu dan media massa.
Jadi memperkokoh sosialisasi sebelumnya kependahan dari desa kekota, pengalaman menganggur, keanggotaan organisasi sukarela, penyerapan opini media massa dapat dirusak, diperkokoh atau diubah oleh pengalaman
H. SOSIALISASI POLITIK ORANG DEWASA
Pengetahuan nilai-nilai dan sikap-sikap yang diperoleh seseorang selama masa kanak-kanak dan remaja akan diperbandingkan dengan pengalaman dalam kehidupan semasa dewasa semua itu dapat diperkokoh dirusak atau diubah oleh pengalaman. Maka mensugestikan kebaikannya adalah sama dengan mengemukakan tingkah laku politik yang statis.
Dengan semakin bertambah usia memperkuat sosialisasi masa muda dan kaitannya dengan perubahan tingkah laku politik
I. SOSIALISASI POLITIK MASYARAKAT TOTALITER
Dengan jalan membentuk kembali secara radikal ajaran organisasi dan pendidikan anak-anak muda Negara totaliter berusaha untuk mengontrol semua aspek dari masyarakatnya, ideology Negara menjadi basis resmi bagi semua tindakan dan aktivitas. Maka pikiran dan jiwa manusia itu harus direbut dituntun dan dikekang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan dari Negara lewat wahana dari ideologinya.
Tiap Negara berusaha untuk mensosialisasikan para anggota masyarakatnya sampai derajat-derajat yang berbeda dengan jalan mengontrol informasinya. Dalam Masyarakat totaliter pengontrolan meliputi segala-galanya.
Contoh pola pengasuhan anak oleh generasi tua rusia
1. tradisi, terutama agama namun juga termasuk ikatan-ikatan kekeluargaan dan tradisi pada umumnya
2. prestasi, ketekunan, pencapaian ganjaran-ganjaran materiil, mobilitas social pribadi, kejujuran, ketulusan, keadilan dan kemurahan hati
3. pribadi, kejujuran, ketulusan, keadilan dan kemurahan hati
4. penyesuaian diri, bergaul dengan baik, menjauhkan diri dari kericuhan, keamanan dan ketentraman
J. SOSIALISASI MASYARAKAT PRIMITIF
Pentingnya tradisi penekanan terhadap tekhnik-tekhnik sosialisasinya sebagai hal ritual inisiasi dan penekanan yang berulang-ulang dari hirarki dan status yang kita dapat dalam Masyarakat-masyarakat primitive
K. SOSIALISASI POLITIK MASYARAKAT BERKEMBANG
Hubungan hal lama dengan yang baru jelas terlihat dimasyarakat berkembang. Sebagai koloni jajahan kekuatan koloni memperkenalkan lembaga-lembaga politik, barat birokrasi, kebudayaan dan pendidikan, manifestasi dari bermacam-macam Masyarakat barat tetap ada dan utuh membentuk wahana-wahana modernisasi dalam Masyarakat. masa kemerdekaan bergelut dengan nilai-nilai tradisional sehingga pasca kemerdekaan menjadi campuran yang melekat kuat. Campuran yang komplek dari hal-hal tradisional dan modern
Proses tradisional dari sosialisasi terus menerus membentuk orientasi dan pola-pola tingkah laku mayoritas rakyatnya sedangkan para peminpin pllitik selalu berusaha menghancurkannya yang dianggap sebagai suatu rintangan bagi kemajuan sehingga sosialisasi terpotong-potong karena Masyarakat yang transisi modern dan tradisional.
LE VINE Mengemukakan 3 faktor penting dalam sosialisasi Masyarakat berkembang
1. pertumbuhan penduduk dinegara berkembang dapat melaui kapasitas mereka untuk memodernisir keluarga tradisional lewat industrialisasi dan pendidikan
2. sering terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai-nilai tradisional anatara jenis-jenis kelamin (gender) sehingga kaum perempuan lebih erat terikat. Peran ibu memegang peran penting dalam sosialisasi
3. pengaruh urbanisasi sebagai satu kekuatan perkasa untuk menumbuhkan nilai-nilai tradisional
A. SOSIALISASI POLITIK
Sosialisasi poitik adalah suatu proses bagaimana memperkenalkan system politik pada seseorang dan bagaimana orang tesebut menentukan tanggapan serta reaksi-reaksinya terhadap gejala politik. Sosialisasi politik juga dapat diartikan sebagaiproses oleh pengaruh mana seorang individu bisa mengenali system politik yang kemudian menentukan sifat persepsi-persepsinya mengenai politik serta reaksi-reaksinya terhadap gejala-gejala politik.
B. PENTINGNYA SOSIALISASI POLITIK
Sosialisasi politik sangat penting sebagai suatu proses dengan mana individu-individu sampai pada kadar yang berbeda bisa terlibat dalam satu system politik
Sosialisasi politik konsep kunci sosiologi politik karena:
1. ketiga konsep lain (partisipasi, pengrekrutan,komunikasi)erat kaitannya dengan sosialisasi politik . partisipasi dan pengrekrutan merupakan variable-variabel dependen yang parsial dari sosialisasi dan komunikasi karena keduanya menyajikan elemen dinamis dalam sosialisasi
2. sosialisasi politik memperlihatkan interaksi dan interdependensi perilaku social dan perilaku politik
Segi penting sosialisasi
1. pola-pola aksi karena sosialisasi merupakan hasil belajar dari pengalaman
2. memberikan indikasi umum hasil belajar tingkah laku individu
3. sosialisasi berlanjut sepanjang kehidupan
4. pra kondisi yang diperlukan bagi aktivitas social memberikan penjelasan bagi tingkah laku social
C.HUBUNGAN SOSIALISASI DENGAN PERUBAHAN SOSIAL
Kaum fungsionalis menamakannya sebagai pemeliharaan system.
Pendapatnya: sosialisasi itu adalah bagaimana suatu system dapat terus bertahan dalam satu waktu tertentu.
System jika mau terus bertahan menuntut agar fungsi-fungsi tertentu harus dipenuhi dengan jalan melaksanakan peranan-peranan tertentu yang dilakukan oleh individu atau kelompok, dan prestasi dari peranan ini tidak bisa diasumsikan melainkan harus dipelajari
JADI: Masyarakat yang mampu melestarikan diri dengan jalan mengajar anggota-anggota barunya mengenai nilai-nilai dan cara-cara bertingkah laku
D. TIGA MEKANISME AGEN MENTRANSMISIKAN DARI SOSIALISASI POLITIK
1. Imitasi (peniruan)
2. instruksi (peristiwa penjelasan diri)(tingkah laku politik)
3. motivasi (by trial and error)
Ketiga mekanisme diatas oleh ROBERT LE VINE disebut sebagai sosialisasi masa kanak-kanak.
E. WATAK POLITIK (TIPE KEPRIBADIAN)YANG BERLANDASKAN PADA GEJALA-GEJALA PSIKOLOGIS (ERICH FROMM)
1. TIPE SATU AUTOMATOM
Seseorang yang kehilangan rasa indivualitasnya disebabkan oleh proses penyesuaian terhadap nilai-nilai umum
2. AGITATOR POLITIK
Seseorang yang mahir dikontrak pribadi dan terampil dalam usaha membangkitkan emosi-emosi politik
3.ADMINISTRATOR POLITIK
Terampil mahir dalam memanipilasikanorganisasi-organisasi dan situasi-situasi
4. TEORITIS POLITIK
Terampil dan mahir dalam memanipulasi ide-ide
5.BIROKRAT
Yang terlalu menekannkan peraturan-peraturan formal dan organisasi dan merealisasikannya terhadap situasi menurut kebiasaan tertentu
F.KEPRIBADIAN DEMOKRATIS
1. MENURUT INKELES
a. menerima orang lain
b. terbuka terhadap pengalaman dan ide-ide baru
c. bertanggung Jawab namun bersikap waspada terhadap kekuasaan
d. toleransi terhadap perbedaan-perbedaan
e. emosi-emosinya terkontrol
2.MENURUT LASWELL
a. sikap yang hangat terhadap orang lain
b. menerima nilai-nilai bersama orang lain
c. memiliki sederetan luas mengenai nilai-nilai
d. menaruh kepercayaan terhadap lingkungannya
e. memiliki kebebasan yang relative sifatnya terhadap kecemasan
PENDEKATAN TERHADAP DUA DIMENSI TERHADAP MASALAH KEPRIBADIAN POLITIK DENGAN MENGGUNAKAN SKALA SIKAP (H.J.EYSENCK)
1. Sindrom Konservatisme radikalisme (R-FAKTOR)
Menjelaskan diri sendiri hany terdiri atas perkiraan mengenai tingkatan terhadap mana individu-individu menganut pandangan-pandangan radikal atau konservatif
2. Sindrom Kecenderungan Kasar kecenderungan lembut (T-faktor)
Kecenderungan lembut
- rasionalistis (berpegang pada prinsif)
- intelektualistis
- idealistis
- optimistis
- religius
- bersadarkan kemauan bebas
- monistis
- dogmatis
kecenderungan kasar
- empiristis (berpegang pada fakta)
- sensasionalitas
- materialistis
- pesimistis
- irreligious
- fatalistis
- pluralistis
- skeptis
EASTON DAN DENNIS MENGUTAKAN 4 TAHAP DALAM SOSIALISASI POLITIK DIRI ANAK-ANAK
1. Pengenalan otoritas melalui individu tertentu (orang tua, pres dan polisi)
2. perkembangan perbedaan antara otoritas internal dan eksternal yaitu antara pejabat swasta dan pejabat pemerintah
3. pengenalan mengenai institusi-institusi politik yang impersonal seperti kongres MA dan pemilu
4. perkembangan pembedaan antara institusi-institusi politik dan mereka yang terlibat dalam aktivitas yang diasosiasiakan dengan institusi
ROBERT LANE yang mensugestikan tiga kepercayaan politikyang dapat diletakan melalui keluarga
1. dengan indroktinasi terbuka (overt)dan indoktrinasi tertutup (covert)
2. dengan menempatkan anak pada konteks social khusus
3. dengan jalan membentuk kepribadian anak
G. SOSIALISASI POLITIK ORANG REMAJA
Sosialisasi politik masa remaja dilakukan melalui persahabatan dan perkenalan , diteruskan dan diperbaharui lewat media kesenggangan waktu dan media massa.
Jadi memperkokoh sosialisasi sebelumnya kependahan dari desa kekota, pengalaman menganggur, keanggotaan organisasi sukarela, penyerapan opini media massa dapat dirusak, diperkokoh atau diubah oleh pengalaman
H. SOSIALISASI POLITIK ORANG DEWASA
Pengetahuan nilai-nilai dan sikap-sikap yang diperoleh seseorang selama masa kanak-kanak dan remaja akan diperbandingkan dengan pengalaman dalam kehidupan semasa dewasa semua itu dapat diperkokoh dirusak atau diubah oleh pengalaman. Maka mensugestikan kebaikannya adalah sama dengan mengemukakan tingkah laku politik yang statis.
Dengan semakin bertambah usia memperkuat sosialisasi masa muda dan kaitannya dengan perubahan tingkah laku politik
I. SOSIALISASI POLITIK MASYARAKAT TOTALITER
Dengan jalan membentuk kembali secara radikal ajaran organisasi dan pendidikan anak-anak muda Negara totaliter berusaha untuk mengontrol semua aspek dari masyarakatnya, ideology Negara menjadi basis resmi bagi semua tindakan dan aktivitas. Maka pikiran dan jiwa manusia itu harus direbut dituntun dan dikekang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan dari Negara lewat wahana dari ideologinya.
Tiap Negara berusaha untuk mensosialisasikan para anggota masyarakatnya sampai derajat-derajat yang berbeda dengan jalan mengontrol informasinya. Dalam Masyarakat totaliter pengontrolan meliputi segala-galanya.
Contoh pola pengasuhan anak oleh generasi tua rusia
1. tradisi, terutama agama namun juga termasuk ikatan-ikatan kekeluargaan dan tradisi pada umumnya
2. prestasi, ketekunan, pencapaian ganjaran-ganjaran materiil, mobilitas social pribadi, kejujuran, ketulusan, keadilan dan kemurahan hati
3. pribadi, kejujuran, ketulusan, keadilan dan kemurahan hati
4. penyesuaian diri, bergaul dengan baik, menjauhkan diri dari kericuhan, keamanan dan ketentraman
J. SOSIALISASI MASYARAKAT PRIMITIF
Pentingnya tradisi penekanan terhadap tekhnik-tekhnik sosialisasinya sebagai hal ritual inisiasi dan penekanan yang berulang-ulang dari hirarki dan status yang kita dapat dalam Masyarakat-masyarakat primitive
K. SOSIALISASI POLITIK MASYARAKAT BERKEMBANG
Hubungan hal lama dengan yang baru jelas terlihat dimasyarakat berkembang. Sebagai koloni jajahan kekuatan koloni memperkenalkan lembaga-lembaga politik, barat birokrasi, kebudayaan dan pendidikan, manifestasi dari bermacam-macam Masyarakat barat tetap ada dan utuh membentuk wahana-wahana modernisasi dalam Masyarakat. masa kemerdekaan bergelut dengan nilai-nilai tradisional sehingga pasca kemerdekaan menjadi campuran yang melekat kuat. Campuran yang komplek dari hal-hal tradisional dan modern
Proses tradisional dari sosialisasi terus menerus membentuk orientasi dan pola-pola tingkah laku mayoritas rakyatnya sedangkan para peminpin pllitik selalu berusaha menghancurkannya yang dianggap sebagai suatu rintangan bagi kemajuan sehingga sosialisasi terpotong-potong karena Masyarakat yang transisi modern dan tradisional.
LE VINE Mengemukakan 3 faktor penting dalam sosialisasi Masyarakat berkembang
1. pertumbuhan penduduk dinegara berkembang dapat melaui kapasitas mereka untuk memodernisir keluarga tradisional lewat industrialisasi dan pendidikan
2. sering terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai-nilai tradisional anatara jenis-jenis kelamin (gender) sehingga kaum perempuan lebih erat terikat. Peran ibu memegang peran penting dalam sosialisasi
3. pengaruh urbanisasi sebagai satu kekuatan perkasa untuk menumbuhkan nilai-nilai tradisional
Subscribe to:
Posts (Atom)