Monday, 7 December 2009

Paper Ekonomi Islam dari Jurnal-jurnal UII

Bagi rekan-rekan yang sedang membutuhkan referensi penelitian, skripsi, tesis, maupun disertasi, kami menyediakan paper ekonomi islam dari berbagai Jurnal yang diterbitkan oelh Universitas Islam Indonesia. Paper tersedia dalam bentuk PDF (full text). Di bawah ini daftar judul jurnalnya. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut hubungi amix.pamot@gmail.com atau 085225918312

Tersedia juga paper ekonomi islam lain dari The 9th Annual Conference on Islamic Studies (ACIS), jurnal Humanomics, Managerial Finance, International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, International Journal of Social Economics, Thunderbird International Business Review, Islamic Economic Studies, International Journal of Islamic Financial Services, Review of Islamic Economics, Iqtishad, La Riba, Journal of Islamic Business and Economics, Proceeding 6th International Conference on Islamic Economics, Banking and Finance dan masih banyak yang lainnya. Kami juga menyediakan skripsi, paper, jurnal terbitan dalam maupun luar negeri yang sedang anda butuhkan. Bidang ekonomi islam maupun ekonomi konvensional semua tersedia. Kami siap mencarikan dan mengirimkannya.

1. Analisis Pengaruh Etika Kerja Islam terhadap Sikap Karyawan Bagian Akuntansi dalam Perubahan Organisasi (Studi Kasus pada Bank Umum Syariah di Wilayah Eks Karesidenan Banyumas Jawa Tengah), oleh Sari Suasana Dewi dan Icuk Rangga Bawono; JAAI Vol. 12, No. 1, Juni 2008.
2. Kompilasi Hukum Ekonomi Syari’ah (KHES) dalam Tinjauan Hukum Islam, Oleh: Abdul Mughits; Al-Mawarid Edisi XVIII Tahun 2008.
3. Terbentuknya Akad dalam Hukum Perjanjian Islam, Oleh: Afdawaiza; Al-Mawarid Edisi XVIII Tahun 2008.
4. Kajian Terhadap Kepatuhan Syariah Dalam Praktik Pembiayaan Di Bmt Sleman, Yogyakarta, oleh: Nur Kholis, S.Ag, M.Sh.Ec; Jurnal Fenomena Vol. 6, No. 1, Maret 2008.
5. Formalisasi Hukum Ekonomi Islam: Peluang danTantangan (Menyikapi UU No. 3 Tahun 2006) Oleh: M. Rusydi; Al-Mawarid Edisi XVII Tahun 2007.
6. Sengketa Ekonomi Syari’ah (Antara Kompetensi Pengadilan Agama dan Badan Arbitrase Syari’ah) Oleh: Rahmani Timorita Yulianti; Al-Mawarid Edisi XVII Tahun 2007.
7. How Does the Change in Monetary Policy Affect Lending Behaviour of Islamic Banking in Malaysia? By Fathin Faizah Said and Abd. Ghaffar Ismail; Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 12, No. 3, Desember 2007.
8. Evaluasi Non Performing Loan (NPL) Pinjaman Qardhul Hasan (Studi Kasus di BNI Syariah Cabang Yogyakarta) oleh: Muhammad Akhyar Adnan dan Firdaus Furywardhana; JAAI Vol. 10, No. 2, Desember 2006.
9. Pengukuran Tingkat Efisiensi Bank Syariah Dan Bank Konvensional Di Indonesia Dengan Formula David Cole’s Roe For Bank oleh: Bachruddin; Jurnal Siasat Bisnis Vol. 11 No. 1, APRIL 2006.
10. Acceleration Of The Growth Of Islamic Banking In Indonesia By: Muhammad Kamal Zubair.
11. Dialectic Of Islam And West Ethics In The Business World By: Johan Arifin
12. Interpretation Of Verses On Consumption (Application of Quranic Economic Tafsir) By: Lukman Fauroni.
13. The Nature Of Riba In Islam By: M. Umer Chapra
14. The Need Of Muslim Floating Market For Bank Syariah: A Case Study of the Member of Pengajian Bisnis al-Kautsar NU in Special District of Yogyakarta By: M. Roem Syibly.
15. The Application Of Islamic Business Ethics In The Contexts Of Producer And Consument: Toward Corporate Social Responsibilty By: Muhammad Anas.
16. The Understanding Of BMT’S Practitioners Of The PSAK No. 59 (The Accounting Of Shari’ah Banking) On The Recognition And Measurement Of Funding Products By: Eny Iroh Hayati.
17. The Role Of Islamic Public Finance Institution In The Societal Economic Empowerment By Rahmani Timorita Yulianti.
18. The Practice Of Murabahah Scheme In Syariah Banking (Critical Analysis Towards The Application Of Murabahah Scheme In Indonesia And Malaysia by Bagya Agung Prabowo.
19. Implementasi Perbankan Islam: Pengaruh Sosio-Ekonomis dan Peranannya dalam Pembangunan oleh: Achmad Tohirin; Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 8 No. 1, Juni 2003.
20. Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Keterlibatan Kerja Terhadap Hubungan Antara Etika Kerja Islam Dengan Sikap Terhadap Perubahan Organisasi oleh: Indira Januarti dan Ashari Bunyaanudin; JAAI Vol. 10, No. 1, Juni 2006.
21. Cultural Influence On Perceived Usefulness Of Islamic Corporate Reporting Model oleh: Dwi Ratmono dan Fuad Mas’ud; JAAI Vol. 9 No. 2, Desember 2005.
22. Describing the Undescribed (the Odd Revenue Sharing of PSAK No. 59) oleh: Hendi Yogi Prabowo; JAAI Vol. 8, No. 2, Desember 2004.
23. Would The Objectives And Characteristics Of Islamic Accounting For Islamic Business Organizations Meet The Islamic Socio-Economic Objectives? By Rizal Yaya; JAAI Vol. 8, No. 2, Desember 2004.
24. Beyond The Limit Of A Theory Indonesian Case Of Islamic Banking Accounting Standards by Hendi Yogi Prabowo; JAAI Vol. 7 No. 1, Juni 2003.
25. Penilaian Asset Dalam Akuntansi Syari’ah oleh: Muhammad; JAAI Vol. 7 No. 1, Juni 2003.
26. Persepsi Stakeholder terhadap Pelaksanaan Corporate Social Responsibility: Kasus Pada Bank Umum Syariah di DIY, oleh MB. Hendrie Anto dan Dwi Retno Astuti; Jurnal Sinergi Vol. 10, No. 1, Januari 2008.
27. Analisis Minat Konsumen Untuk Bertransaksi Pada Perbankan Syariah Di Kota Yogyakarta oleh: Erwin Burhanudin dan Siti Nurul Ngaini; Jurnal Sinergi Edisi Khusus on Marketing, 2005.
28. Analisis Hubungan Simpanan, Modal Sendiri, NPL, Prosentase Bagi Hasil Dan Markup Keuntungan Terhadap Pembiayaan Pada Perbankan Syariah Studi Kasus Pada Bank Muamalat Indonesia (BMI) oleh: Pratin dan Akhyar Adnan; Jurnal Sinergi Edisi Khusus on Finance, 2005.
29. Pengaruh Motivasi Spiritual Karyawan Terhadap Kinerja Religius: Studi Empiris Di Kawasan Industri Rungkut Surabaya (SIER) oleh Muafi; Jurnal Siasat Bisnis No. 8, Vol. 1 Th. 2003.


The 9th Annual Conference on Islamic Studies (ACIS)

Bagi rekan-rekan yang sedang membutuhkan referensi penelitian, skripsi, tesis, maupun disertasi, kami menyediakan paper ekonomi islam dari The 9th Annual Conference on Islamic Studies (ACIS). Paper tersedia dalam bentuk PDF (full text). Di bawah ini daftar judul jurnalnya. Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut hubungi amix.pamot@gmail.com atau 085225918312

Tersedia juga paper ekonomi islam lain dari jurnal-jurnal UII, jurnal Humanomics, Managerial Finance, International Journal of Islamic and Middle Eastern Finance and Management, International Journal of Social Economics, Thunderbird International Business Review, Islamic Economic Studies, International Journal of Islamic Financial Services, Review of Islamic Economics, Iqtishad, La Riba, Journal of Islamic Business and Economics, Proceeding 6th International Conference on Islamic Economics, Banking and Finance dan masih banyak yang lainnya. Kami juga menyediakan skripsi, paper, jurnal terbitan dalam maupun luar negeri yang sedang anda butuhkan. Bidang ekonomi islam maupun ekonomi konvensional semua tersedia. Kami siap mencarikan dan mengirimkannya.

1. Keuangan Mikro Islam Upaya Dalam Pengentasan Masalah Sosial, oleh: Abdul Mughni.
2. Pemberdayaan Harta Wakaf Dan Peningkatan Ekonomi Ummat (Tawaran Model Pemberdayaan Harta Wakaf Di Kec Ampek Angkek dan IV Koto di Kab Agam), Oleh: Asyari, S.Ag.,M.Si.
3. Teori Konsumsi Islam Dalam Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Indonesia Oleh: Hikmah Endraswati, SE, M. Si.
4. Program Studi Ekonomi Islam: Perspektif Mahasiswa (Sebuah Kajian Pemasaran Pendidikan) oleh: Indah Piliyanti, S. Ag., MSI.
5. Peran Islamic Bank (IB) Dalam Pembangunan Ekonomi Di Indonesia Oleh: Maya Panorama.
6. Fundraising Wakaf Dan Kemandirian Pesantren (Strategi Nazhir Wakaf Pesantren dalam Menggalang Sumber Daya Wakaf) Oleh: Miftahul Huda.
7. Abridged Paper: The Contribution Of Islamic Microfinance Institution In Increasing Social Welfare In Indonesia (A Case Study Of BMT’s Role At Pakem Market Micro Traders Yogyakarta) oleh: H. Nur Kholis, S.Ag, M.Sh.Ec.
8. Pengaruh Atribut Produk Islam, Komitmen Agama, Kualitas Jasa Dan Kepercayaan Terhadap Kepuasan Dan Loyalitas Nasabah Bank Syari’ah (Pada Bank Muamalat Kota Semarang) Oleh: Rahman El Junusi, SE., MM.
9. Membangun Kesejahteraan Sosial Berbasis Teologi Keadilan Islam Dalam Meningkatkan Harkat Dan Martabat Kemanusiaan Pahlawan Devisa Dalam Lintas Negara Dan Globalisasi Oleh: Silfia Hanani.

Thursday, 3 December 2009

Cerita Jusuf Kalla tentang Bank Century dikutip dari Tribun Timur

13 November 2008. Pagi. Bank Century kolaps, bangkrut. Bank itu kalah kliring. Sore harinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama rombongan, termasuk Menteri Keuangan Sri Mulyani, terbang menuju Washington, Amerika Serikat, untuk menghadiri pertemuan G-20.

Sri Mulyani melaporkan kondisi Bank Century kepada SBY, 14 November. Hari itu juga, Sri Mulyani kembali ke Tanah Air. Tiba 17 November. Keadaan gawat. Sejumlah tindakan genting harus diambil.
Sejumlah rapat dengan Gubernur Bank Indonesia ketika itu, Boediono, harus segera digelar.

***

PUKUL 03.30 waktu Jakarta, Rabu, 26 November 2008. Udara terasa dingin. Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, sepi. Pesawat Airbus A330-341 mendarat dengan mulus.
Setelah melewati penerbangan meletihkan 30 jam dari Lima, Peru, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan rombongan turun dari pesawat.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyambut SBY dan rombongan di tangga pesawat. Kalla bukan hanya siap menyambut, melainkan juga siap melaporkan perkembangan di Tanah Air selama presiden ke luar negeri.
Selama SBY melakukan misi 16 hari di luar negeri (ke Amerika Serikat, Meksiko, Brasil, dan Peru), Kalla memimpin negara dan pemerintahan. Karena itu, ia segera melaporkan perkembangan di Tanah Air begitu pemberi mandat tiba.
Banyak yang dilaporkan. Salah satunya soal Bank Century. Ia melaporkan bagaimana Sri Mulyani dan Boediono menangani Bank Century.
Kalla juga melaporkan, "Saya sudah memerintahkan Kapolri untuk menangkap Robert Tantular (pemilik Bank Century). Ini perampokan."
"Baik, baik ...," begitu reaksi presiden seperti dikutip Kalla ketika menceritakan kisah tersebut di Studio Trans Kalla, Tanjung Bunga, Makassar, Selasa (24/11).
Kalla terlihat lebih gemuk. Berat badannya naik dua kilo sejak lepas dari kesibukan sebagai wakil presiden, 20 Oktober lalu.
Dengan air muka yang cerah, Kalla berkata: "Sekarang tanggal 24 (November). Besok tanggal 25, persis setahun ketika Ani (Sri Mulyani) dan Boediono melaporkan Bank Century di kantor saya."

***

ISTANA Wakil Presiden RI, Jakarta, pukul 16.00 WIB, Selasa, 25 November 2008. Kalla ingat persis tanggal ini, lengkap dengan harinya.
Ketika itu, ditemani stafnya masing-masing, Sri Mulyani dan Boediono melapor kepadanya mengenai Bank Century. Mereka harus melapor ke wapres karena presiden sedang di luar negeri. Pemilu presiden masih setahun lagi dan hubungan SBY-Kalla masih mesra.
"Apa? Bantuan? Kenapa harus dibantu. Ini perampokan," kata Kalla dengan suara keras ketika Sri Mulyani dan Boediono melaporkan "upaya penyelamatan" Bank Century.
Belum ada yang menduga bahwa kelak Boediono akan berpasangan dengan SBY, dan menang. Kalla adalah bos ketika itu.
Menurut Kalla, kedua pejabat itu melaporkan bahwa Bank Century menghadapi masalah besar. Masalah muncul karena krisis ekonomi global. Karena itu, Bank Century harus dibantu pemerintah dengan cara mengucurkan dana bailout (talangan).
Bila tidak dibantu, demikian kedua pejabat itu meyakinkan Kalla, masalah Bank Century akan berimbas ke bank-bank lainnya. Pada akhirnya, perekonomian nasional akan oleng.
"Saya tidak setuju dengan pandangan itu. Krisis itu menghantam banyak orang. Masak ada badai cuma satu rumah yang kena. Tidak. Bila hanya Bank Century yang kena, itu bukan krisis. Yang bermasalah adalah Bank Century dan itu bukan karena krisis melainkan karena uang bank itu dirampok pemiliknya sendiri. Ini perampokan!" Kalla berteriak dengan keras.
"Lapor ke polisi," perintah Kalla kepada Sri Mulyani dan Boediono. "Sangat jelas, ini perampokan. Jangan berikan dana talangan."
Sri Mulyani dan Boediono tidak berani. Bahkan mereka sempat bertanya, pasal apa yang akan dikenakan.
"Itu urusan polisi. Pokoknya ini perampokan," teriak Kalla lagi.
Karena melihat Sri Mulyani dan Boediono tidak menunjukkan gelagat akan memproses kasus ini secara hukum, Kalla lalu mengambil handphone-nya, menelepon Kapolri Bambang Hendarso Danuri.
"Tangkap Robert Tantular...," teriaknya kepada Kapolri. Setelah menjelaskan secara singkat latar belakangan masalah, Kalla memerintahkan, "Tangkap secepatnya".
"Saya tidak tahu pasal apa yang harus dikenakan. Ini perampokan, tangkap. Soal pasal urusan polisi," cerita Kalla sambil tertawa.
Dua jam kemudian, Kapolri menelepon. Robert Tantular telah ditangkap oleh tim yang dipimpin Kabareskrim Susno Duaji.
Mengingat kecepatan polisi bertindak, dengan nada berkelakar, Kalla mengatakan, polisi itu baik asal diperintah untuk tujuan kebaikan.

***

DI ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, 3 September 2009, Robert Tantular diadili. Ketika membacakan duplik, pengacaranya, Bambang Hartono, memprotes Kalla.
Ia menilai Kalla telah mengintervensi hukum karena memerintahkan Kapolri untuk menangkap kliennya.
"Tindakan tersebut bertentangan dengan hak asasi manusia," protes sang pengacara.
Menurut Bambang, penangkapan Robert Tantular tidak memiliki dasar hukum. Ia mengutip Boediono: "Pak Boediono selaku Gubernur BI mengatakan bahwa tidak bisa dilakukan penangkapan karena tidak ada dasar hukumnya."
Mendengar protes pengacara itu, Kalla memberikan reaksi keras. Bahkan terus terang ia mengaku sangat marah.
Kata Kalla, "Saya marah karena saya disebut mengintervensi. Tidak. Saya tidak intervensi. Yang benar, saya memerintahkan polisi agar Robert Tantular ditangkap. Ini perampokan," katanya sambil tertawa.
Robert telah merugikan Bank Century, yang tentu saja ditanggung nasabahnya, sebesar Rp 2,8 triliun.
Bank yang "dirampok" pemiliknya sendiri itu justru mendapatkan bantuan pemerintah, melalui tangan Sri Mulyani dan Boediono, sebesar Rp 6,7 triliun.
Pengadilan memvonis Robert penjara empat tahun dan denda Rp 50 miliar/subsider lima bulan penjara.

***

24 November 2009. Kalla kini bernapas lega karena apa yang diyakininya sebagai perampokan di Bank Century pelan-pelan terkuak.
Hari Selasa kemarin, ia bangun pagi seperti biasa, membersihkan taman di depan rumahnya di Jl Haji Bau, Makassar. Enam anggota Paspampres (tiga dari Bugis), yang akan mengawalnya sepanjang hayat, juga ikut santai.
Satu demi satu ranting pohon dibersihkan. Sebuah pohon kira-kira setinggi dua meter yang bibitnya didatangkan dari Pretoria, Afrika Selatan, ikut dipangkas.
Nyonya Mufidah, istrinya, protes. "Aduh, Bapak ini tidak ngerti seni," komentar wanita Minang ini tentang pohon-pohon yang dipangkas.
Kalla membela diri. "Kalau daunnya banyak, pohon ini tidak bisa lekas besar karena makannya dibagi ke banyak daun. Kalau daunnya sedikit, makanannya dibagi ke sedikit daun. Pasti lebih cepat tumbuh."
Kalla berada di Makassar sepekan terakhir setelah pulang dari liburan di Eropa usai melepas jabatan. Di Makassar ia menghabiskan waktu dengan berdiskusi dengan kolega-koleganya, bermain dengan cucu, dan menikmati makanan kesukaannya, ikan.
Di belakang rumahnya, ia menikmati pohon yang buahnya delapan jenis. Kemarin ia makan siang di sebuah restoran sea food, lalu ke Studio Trans Kalla. Warga yang melihatnya spontan berteriak dan minta foto bersama. Paspampres lebih longgar dari biasanya.
Kalla ingin menikmati hidup sebagai rakyat biasa dan menghindari komentar tentang politik. Tapi kasus Bank Century, yang menguras kas negara Rp 6,7 triliun, terus menggodanya untuk berbicara.
"Saya tidak ingin rakyat terus menerus dikorbankan," katanya berapi-api tapi dengan banyak sekali komentar off the record (tidak untuk dipublikasikan).

***

KALLA ingat persis peristiwa tanggal 25 November 2008 itu. Hari itu Selasa sore. Sri Mulyani dan Boediono sama sekali tidak melaporkan berapa dana yang telah dikucurkan ke Bank Century.
Belakangan ia tahu, sesuatu yang aneh telah terjadi. Sri Mulyani dan Boediono telah membahas rencana pengucuran dana talangan ke Bank Century melalui rapat pada 20 dan 21 November.
Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) mengucurkan dana Rp 2,7 triliun (dari total keseluruhan Rp 6,7 tiliun) ke Bank Century pada 22 November.
Tanggal itu merupakan tanggal merah karena hari Minggu. Sepertinya ada yang begitu mendesak sehingga LPS mengucurkan dana pada hari libur, hari Minggu. Tidak sembarang orang bisa memaksa transaksi sebegitu besar, apalagi pada hari libur.
Sri Mulyani dan Boediono melapor ke Kalla pada 25 November setelah dana mengucur, bukan sebelumnya.
Hasil audit investigatif BPK juga menemukan beberapa keanehan. Misalnya, BI yang dikomandoi Boediono melanggar aturan yang dibuat sendiri demi Bank Century.
Kalla belum mau bercerita mengenai keanehan-keanehan itu. Yang kelihatannya masih samar-samar adalah ini: ada kekuatan besar di balik Boediono dan Sri Mulyani.(dahlan)

Tribun Timur

Diplomasi JK



Sebelum saya menjabat sebagai WAPRES, karakter dan watak orang Bugis sangat jarang yang mengenalnya di belahan nusantara ini. Bahkan ada banyak pendapat yang keliru dan menyangka orang bugis adalah bangsa yang keras dan tidak pernah kenal kompromi. Ini jika melihat dari sejarah banyak yang menganggap bahwa orang bugis adalah bajak laut pada masa silam. Anggapan ini sungguh tidak berdasar dan keliru.

Orang bugis sebenarnya mempunyai cirri khas yang menarik. Dari sejarahnya kerajaan bugis didirikan bukan pada pusat-pusat ibu kota dan sangat jauh dari pengaruh India. Itulah sebabnya di Bugis tidak ada candi. Ini berbeda dengan kerajaan jawa yang mebangun pusat kerajaannya pada ibu kota dan bersifat konsentris.

Namun demikian, orang bugis sudah terkenal memiliki kebudayaan, mereka memiliki tradisi lisan maupun tulisan. Bahkan orang bugis memiliki salah satu epos terbesar di dunia yang lebih panjang daripada epos Mahabarata yakni cerita tentang lagaligo yang sampai saat ini sering dibaca dan disalin ulang dan menjadi budaya yang mengakar pada masyarakat bugis.

Bagi suku-suku lain, orang Bugis sering dianggap sebagai orang yang berkarakter keras dan sangat menjunjung tinggi kehormatan. Bila perlu demi kehormatan, orang bugis bersedia melakukan kekerasan. Namun dibalik sifat itu semua, sebenarnya orang bugis adalah orang yang sangat ramah, menghargai orang lain dan menjunjung tinggi kesetiakawanan, bahkan bersedia menjadi bumper demi kesetiakawanan. (itulah mungkin sebabnya mengapa Golkar pada masa pemerintahan SBY-JK sering menjadi Bumper karena ia dipimpin oleh seorang yang sangat berwatak bugis).

Meskipun sebagai bangsa perantau, orang bugis selalu membawa identitas bugisnya di mana mana. Beberapa orang-orang di singapura dan Malaysia meskipun sudah menjadi warga Negara sana, dan mereka sudah bergaya hidup modern tapi mereka selalu mengaku sebagai orang Bugis meskpiun sudah merupakan keturunan yang kesekian dan belum pernah menginjak tanah bugis.

Begitu juga dengan saya, selama terjun ke dunia politik saya tidak pernah melepas karakter bugis saya yang blak-blakan, dan sering dianggap kurang santun bagi mereka yang sangat menghargai etiket. Tapi itulah saya, saya sering mengatakan kepada teman-teman, jangan paksa saya jadi orang jawa. Menjadi orang bugis dan berkarakter keras kadang berguna juga. Waktu menyelesaikan kasus ambalat untuk pertama kalinya, saat itu saya menggunakan gaya diplomasi ala Bugis yang anda tidak dapatkan dalam literature strategi diplomasi. Waktu itu saya ke Malaysia bertemu dengan Perdana Menteri yaitu Najib. Saat itu ia ditemani oleh 5 Menteri dan saya juga ditemani oleh 5 Menteri plus Dubes kita. Saat pertemuan itu

saya bilang ke Najib “ Najib…Ambalat itu masalah sensitive, itu bisa membuat kita perang. Kalau kita perang, belum tentu siapa yang menang. Tapi satu hal yang mesti you ingat, di Malaysia ini ada 1 juta orang Indonesia, 1000 orang saja saya ajari Bom, dan mereka Bom ini gedung-gedung di Malaysia maka habislah kalian”

Saat itu pak Najib kaget, dia sadar sebagai sesama Bugis, ancaman saya bukan hanya gertakan belaka. Dia bilang ke saya “pak Jusuf, tidak bisa begitu”

Saya bilang ke dia “makanya mari kita berunding, terus terang saya kadang tidak suka sama you punya Negara, Buruh-buruh Ilegal dari Indonesia ditangkapi kayak binatang, sedangkan majikannya tidak ditangkap, padahal kalau ada buruh Ilegal maka tentu ada juga majikan illegal. Setiap ada Ilegal loging pasti orang Malaysia yang ambil, begitu ada kebakaran hutan mereka marah-marah, padahal hampir sepanjang tahun mereka menghirup udara segar yang dihasilkan oleh hutan-hutan di Indonesia, satu bulan saja ada kabut asap mereka marah marah. Dan juga setiap ada ledakan Bom di Indonesia selalu orang Malaysia dalangnya”

Waktu itu Pak Dubes langsung bisiki saya “Pak, Ini sepertinya sudah melewati batas diplomasi”

Saya langsung bilang ke dia “kau kan Dubes, yah sudah kau perbaikilah mana yang lewat”

Setelah itu, untuk menunjukkan ketidak sukaan saya kepada Malaysia saya menolak menginap di Kuala

Lumpur, saya bilang saya mau menginap di kampong Bugis di Johor sana. Akhirnya pak Najib ikut juga saya ke sana. Di atas mobil, dalam perjalanan menuju Johor Pak Najib Bilang ke saya “ Kayaknya bapak terlalu keras tadi waktu berunding”

Saya cuman bilang ke dia “kamu kan juga orang Bugis, kenapa kau tidak keras juga tadi?” mendengar itu dia cuman ketawa saja.

Malamnya di Johor, kita makan malam dan nyanyi-nyanyi, mengundang Siti Nurhaliza, sampai jam 1 malam dan kita ngantuk. Keesokan paginya kita main golf, dan saat itu juga masalah Ambalat selesai. Dengan gaya Diplomasi ala Bugis, saya tidak perlu memakai bahan yang sudah disiapkan oleh DEPLU semua spontanitas saja. Dan sampai sekarang kalau ada tentara Malaysia datang lagi di Ambalat, saya tinggal telpon Najib “Hey Najib, jangan lagi kau kirim, you punya tentara ke Ambalat, kita bisa perang nanti”

Demikan juga waktu saya menyuruh EXXON supaya angkat kaki dari Blok Natuna. Waktu itu saya dikejar oleh orang-orang EXXON mereka mau melobi. Tapi saya selalu menolak ketemu dan menghindar. Saya ke Riyadh, mereka mau nyusul ke sana, saya ke Jedah mereka mau datang, tapi saya tolak karena saya mau ibadah dan sampai di belahan bumi manapun mereka kejar saya. Akhirnya waktu itu Di Makassar karena melihat kegigihan mereka, saya suruh mereka datang. Dan datanglah itu Chairman Exxon mereka 4 orang dan saya hanya ditemani oleh Sekretaris saya.

Saat pertemuan di Hotel Sahid Makassar, orang Exxon bilang ke saya, “Mr.Vice President, anda kalau membatalkan kontrak dengan EXXON, maka besok akan saya SU”

Saya langsung pukul meja saya dan bilang ke dia “kalau kau berani SU, maka saya akan SU kau 10 kali, Its my country, not your country, jangan kau datang ke sini mau ancam-ancam saya”.

Saat itu dia langsung minta maaf. Dan saat itu Blok Natuna kembali ke tangan kita pengelolaannya,meskipun pada akhirnya lepas lagi ke EXXON karena wewenang saya dicabut dan control tidak lagi berada di tangan saya. Apa pun itu, untuk kehormatan bangsa, kita jangan mau didikte oleh bangsa lain, kalau mereka keras, maka kita balas lebih keras lagi. Jangan pernah takut kita akan dibuat susah dan macam-macam. Selama kita yakin Tuhan selalu bersama kita, maka bangsa lain tidak akan bisa berbuat apa-apa terhadap kita.

-dikutip dari Kompasiana 4 Augustus 2009 -

Wednesday, 2 December 2009

Krisis Dubai dan Sukuk Default

Dubai salah satu negara bagian Uni Emirat Arab (UEA) telah bermetamorfosis menjadi negara terindah di dunia. Dubai yang semula hanyalah dataran kering kerontang dengan padang pasir yang luas kini telah disulap menjadi kota metropolitan Timur Tengah yang telah menarik perhatian dunia, sekitar 15 juta pengunjung tiap tahunnya yang datang untuk menyaksikan keindahan dan pesona negeri minyak itu.

Konon, katanya, obsesi raja atau penguasa menjadikan Dubai sebagai negara terindah dan termegah di dunia itu akibat cadangan minyak yang telah menjadikan negara tersebut kaya raya kian surut. Untuk itu, lalu diantisipasi dengan pembangunan sektor industri yang serbawah, sehingga dolar tetap mengalir ke negeri itu.

Dubai, kini, telah memiliki sejumlah landmark bertaraf internasional yang sebaligus mengantarnya menjadi negara tercantik di dunia, sebutlah misalnya; The Dubai Mall yang merupakan salah satu Mall/Plaza terbaik di dunia. Lalu Burj Dubai, gedung tertinggi di dunia, yang memiliki ketinggian sekitar 800 meter. Karya penomenal dan spektakuler lainnya adalah Pulau Palm buatan yang didirikan di daerah lepas pantai, serta Al Burj Al Arab, hotel berbintang tujuh pertama di dunia setinggi menara Eifel. Selain itu, juga ada Falconcity of Wonders (FCW), megaproyek kawasan kota dengan konsep dunia mini yang dibawa ke dalam Kota Dubai. Obsesinya supaya Dubai menjadi satu tujuan utama pariwisata dunia.

Namun, negeri berpenduduk 1,6 juta jiwa itu kini sedang meradang akibat tumpukan utang yang tak sanggup untuk dilunasinya ( default ). Ambisi menjadi kota terbaik di dunia ternyata didanai dari tumpukan utang yang melebihi kapasitas kemampuan bayarnya. Rasio utang Dubai terhadap PDB 103 persen dan sebagian utangnya dicatat secara off-balance sheet yang berjumlah besar.

Pengumuman gagal bayar oleh Dubai World, semacam BUMN milik keemiratan Dubai sempat mengguncang pasar dunia dan dikhawatirkan akan memperlambat proses recovery ekonomi dunia pascakrisis keuangan di Amerika Serikat. Bahkan, sebagian ekonom memperkirakan jika tidak terjadi antispasi yang tepat maka krisis utang ini akan memicu lahirnya krisis morgage jilid kedua.

Akibat pengumuman gagal bayar itu memberikan gelombang shock di pasar global. Masalah Dubai memicu naiknya risiko harga surat berharga dan investor mulai menolak masuk di obligasi pemerintah. Harga saham di Eropa dan Asia anjlok, sementara pasar Amerika Serikat terlindungi karena tutup liburan Thanksgiving Day. Krisis ini juga berdampak pada penurunan harga komoditas termasuk melemahnya harga minyak hingga lima persen. Mimpi menjadi kota terindah dunia kini mulai berubah menjadi mimpi yang menakutkan akibat gagal bayar utang yang bisa memicu efek domino terhadap perekonomian kawasan bahkan dunia.

Dubai World
Dubai World merupkan perusahaan pelat merah milik Pemerintah Dubai yang bergerak dalam berbagai bidang infrastruktur. Melalui perusahaan ini dan anak perusahaannya, Dubai mengandalkan utang untuk membangun berbagai megaproyek menara gading. Hanya dalam kurun empat tahun, Dubai telah mencetak utang sebesar 80 miliar dolar untuk membiayai ambisi pariwisatanya.

Akhir pekan lalu, Pemerintah Dubai mengajukan permintaan penundaan pembayaran utangnya sekitar 60 miliar dolar yang jatuh tempo pada Desember 2009 dan diperkirakan akan mengalami gagal bayar (default). Kejadian inilah yang memicu rontoknya pasar keuangan di berbagai belahan dunia.Salah satu anak perusahaan Dubai World yang bergerak dalam bidang infrastruktur adalah Nakheel. Proyek properti Nakheel termegah adalah The Palm Island, konsep perumahan megah yang terletak di tengah laut berbentuk kurma.

Sebagian skema pembiayaan Nakheel adalah berbentuk sukuk. Nilai sukuk yang ditunda pembayaran pokoknya sebesar 3,52 miliar dolar dengan jatuh tempo pada 14 Desember 2009, diusulkan ditunda hinggal 30 Mei 2010. Penundaan ini tentunya memberikan dampak negatif bagi pemegang sukuk yang membutuhkan likuiditas. Kejadian ini juga berdampak pada penurunan harga sukuk Nakheel hingga -31,11 persen.

Sukuk default ini tentunya akan memberikan dampak negatif terhadap citra sistem keuangan Islam yang tahan krisis dan tidak berbasiskan pada transaksi ribawi. Namun, cerita gagal bayar sukuk Nakheel bukanlah yang pertama kali terjadi dalam sistem pembiayaan keuangan Islam global. Investment Dar, perusahaan investasi yang berbasis di Kuwait, adalah perusahaan yang pertama kali gagal memenuhi kewajibannya atas sukuk yang diterbitkannya sebesar 100 juta dolar AS. Sukuk default juga pernah dialami oleh ECP (East Cameron Partners), perusahaan eksplorasi minyak dan gas yang terletak di Texas dengan jumlah sukuk sekita 170 juta dolar AS.

Dampak
Krisis keuangan Dubai tidak terlalu berpengaruh terhadap perekonomian dalam negeri, mengingat fundamental ekonomi Indonesia cukup baik, rasio utang terhadap PDB sebesar 30 persen, serta nilai rupiah cukup stabil, bahkan kredit rating Indonesia baru saja mengalami kenaikan.

Mungkin yang akan kena imbas akibat gagal bayar obligasi oleh Dubai World adalah prospek pembiayaan pemerintah lewat sukuk atau SBSN (Surat Berharga Syariah Negara), karena Dubai World adalah penerbit sukuk terbesar di Dunia. Sementara itu, target SUN dan sukuk tahun 2010 mencapai Rp 104 triliun. Selain itu, kondisi gagal bayar ini akan berdampak kepada semakin mahalnya biaya penerbitan surat utang negara-negara berkembang (emerging market) sebab perhitungan premi risiko pada harga surat utang semakin tinggi.

Namun, kondisi krisis Dubai ini bisa saja justru menjadi keuntungan buat Indonesia jika dana-dana yang akan meninggalkan Dubai itu justru akan mengalir masuk ke Indonesia khususnya pada instrumen investasi sukuk yang akan diterbitkan pemerintah pada tahun depan. Sehingga, peluang indonesia sebagai penghubung keuangan Islam Asia Tenggara bisa tercapai. Wallahu a'lam bis-sawab.

Oleh Ali Rama (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Jakarta)
Republika Online

Kurban dan Kesejahteraan

Sewaktu menulis artikel ini, penulis sedang menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Di antara keramaian dan kekhusyukan pelaksanaan ibadah haji tahun ini, ada sesuatu yang berkecamuk dalam hati penulis. Kegelisahan tersebut terangkum dalam pertanyaan: sudahkah ibadah dan perayaan keagamaan berpengaruh terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan? Hal ini dapat dipahami sebab sebagian masyarakat kita lebih suka melaksanakan dan mengamini simbol-simbol keagamaan, sementara lupa akan makna dan substansinya. Karena itu, momentum Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 27 November ini hendaknya dapat mengingatkan kita akan pentingnya pengorbanan dan solidaritas untuk mewujudkan kesejahteraan sosial.

Menyembelih kerakusan
Menurut sejarah, tradisi kurban berawal pada zaman Nabi Ibrahim. Dalam mimpinya, Nabi Ibrahim mendapat perintah untuk menyembelih putranya Ismail. Awalnya, beliau kurang percaya terhadap mimpi itu. Akan tetapi, setelah tiga malam berturut-turut, Nabi Ibrahim mendapat mimpi yang sama. Beliau lantas mendiskusikan perintah itu dengan Ismail. Kemudian, Nabi Ibrahim berkata kepada anaknya tentang mimpinya itu dan minta pendapatnya.

Ismail merespons permintaan Ibrahim, ''Lakukanlah apa yang diperintahkan-Nya.'' Lalu, Ismail berkata, ''Ayah, kalau ayah akan menyembelihku, kuatkanlah ikatan itu supaya darahku nanti tidak kena ayah dan akan mengurangi pahalaku. Aku tidak menjamin bahwa aku tak akan gelisah bila dilaksanakan. Tajamkanlah pisau itu supaya dapat memotong aku sekaligus. Bila ayah sudah merebahkan aku untuk disembelih, telungkupkan aku dan jangan dimiringkan. Aku khawatir bila ayah kelak melihat wajahku akan jadi lemah sehingga akan menghalangi maksud ayah melaksanakan perintah Allah. Kalau ayah berpendapat akan membawa bajuku ini kepada ibu jika itu menjadi hiburan baginya, lakukanlah.''

Singkat cerita, diikatnya kuat-kuat tangan anak itu, lalu dibaringkan keningnya untuk disembelih. Namun, ketika itu juga Tuhan memanggilnya, ''Wahai, Ibrahim, Engkau telah melaksanakan mimpi itu.'' Anak itu kemudian ditebusnya dengan seekor domba besar yang terdapat tidak jauh dari tempat itu. Lalu, disembelih dan dibakarnya. Demikian kisah penyembelihan dan penebusan itu dalam imajinasi karya sastra yang pernah ditulis budayawan Ali Audah.

Berdasarkan kisah singkat pengorbanan di atas, hakikat penyembelihan hewan kurban yang rutin dilaksanakan umat Islam tidak lebih dari bentuk ibadah yang meniscayakan arti pentingya kesetiakawanan sosial dan wujud ketakwaan seorang hamba kepada Tuhannya.

Hakikat ibadah kurban adalah perintah Tuhan untuk mengorbankan dan menyembelih sifat egois, sikap mementingkan diri sendiri, rakus, dan sikap serakah yang dibarengi dengan kecintaan kepada Allah yang diwujudkan dalam bentuk solidaritas dan kesetiakawanan sosial.

Ibadah kurban juga mengajarkan umat Islam untuk menolak segala bentuk egoisme dan keserakahan. Kedua sifat itu hanya akan merampas hak dan kepentingan kaum dhuafa. Di sisi lain, ibadah kurban dapat menjadi solusi terhadap berbagai bentuk ketimpangan dan ketidakadilan sosial yang masih mewarnai di sekitar kita.

Perintah berkurban bagi mereka yang mampu dan membagikan dagingnya untuk kaum miskin dan dhuafa mengandung pesan bahwa kita bisa dekat dengan Allah SWT hanya ketika kita bisa mendekati dan menolong saudara-saudara kita yang serba kekurangan.

Semangat ini mengajarkan nilai-nilai solidaritas, kesetiakawanan, atau tolong-menolong sesama manusia. Yang kaya menolong si miskin, sebaliknya yang miskin menolong si kaya. Sikap solidaritas ini akan mengurangi kesenjangan sosial dan menjaga suasana yang harmonis di antara sesama warga. Maka, membumikan pesan moral ibadah kurban di negara kita yang masih terjerat kemiskinan merupakan pekerjaan mendesak yang harus dikerjakan. Sebagaimana dilaporkan Badan Pusat Statistik (BPS: 2009), jumlah penduduk miskin Indonesia saat ini sebesar 14,15 persen atau sebanyak 32,53 juta jiwa.

Peran pemerintah
Menyejahterakan kaum miskin tentu tidak serta-merta hanya dengan membagikan daging kurban. Mengentaskan kemiskinan diperlukan konsepsi yang jelas serta program yang terarah.

Konsepsi utama kesejahteraan rakyat harus bersandar pada asas pemerataan, sebagaimana diajarkan oleh Pancasila dan UUD 1945. Walau demikian, tentu saja kita tidak boleh memandang sebelah mata asas pertumbuhan ekonomi. Intinya, konsep pembangunan ekonomi harus dijalankan seiring sejalan antara pemerataan dan pertumbuhan. Untuk program-program kesejahteraan rakyat hendaknya memprioritaskan program pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah dalam hal ini berperan memberikan kail dan umpan (akses permodalan), mengajarkan bagaimana cara memancing (akses pendidikan ekonomi), serta menunjukkan tempat di mana memancing dan menjual hasilnya (akses pasar).

Di luar hal itu, kiranya perlu disusun kembali road map yang lebih jelas, tegas, dan terarah agar target-target pengentasan kemiskinan dapat tercapai dengan maksimal. Dalam hal ini, setidaknya ada enam prioritas yang dapat dikerjakan. Pertama, menyusun sistem ekonomi berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat, memerhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai-nilai keadilan, kepentingan sosial, kualitas hidup, pembangunan berwawasan lingkungan, dan menjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja serta perlindungan hak-hak konsumen.

Kedua, mengembangkan persaingan yang sehat dan adil serta menghindarkan terjadinya struktur pasar monopolistik dan berbagai struktur pasar distortif yang merugikan masyarakat.

Ketiga, mengoptimalkan peranan pemerintah dalam mengoreksi ketidaksempurnaan pasar dengan menghilangkan seluruh hambatan yang mengganggu mekanisme pasar melalui regulasi, layanan publik, subsidi, dan insentif yang dilakukan secara transparan dan diatur dengan undang-undang. Hal ini juga terkait penataan BUMN secara efisien, transparan, dan profesional, terutama yang usahanya berkaitan dengan kepentingan umum.

Keempat, mengupayakan kehidupan yang layak berdasarkan kemanusiaan yang adil bagi masyarakat, terutama bagi fakir miskin dan anak-anak terlantar dengan mengembangkan sistem dana jaminan sosial melalui program pemerintah serta menumbuhkembangkan usaha dan kreativitas masyarakat yang pendistribusiannya dilakukan dengan birokrasi yang efektif dan efisien serta ditetapkan dengan undang-undang.

Kelima, mengembangkan sistem ketahanan pangan yang berbasis pada keragaman sumber daya bahan pangan, kelembagaan, dan budaya lokal dalam rangka menjamin tersedianya pangan dan nutrisi dalam jumlah dan mutu yang dibutuhkan pada tingkat harga yang terjangkau dengan memerhatikan peningkatan pendapatan petani dan nelayan serta peningkatan produksi yang diatur dengan undang-undang. Keenam, melakukan berbagai upaya terpadu untuk mempercepat proses pengentasan masyarakat dari kemiskinan dan mengurangi pengangguran.

Di samping peran pemerintah, tentu diperlukan peran sosial masyarakat itu sendiri. Bagi si miskin, sifat mental ketergantungan kepada orang lain harus dihilangkan. Justru, mereka harus bekerja keras dan memanfaatkan peluang yang diberikan kepadanya. Kemudian, nilai-nilai solidaritas orang-orang kaya dalam hal ini juga sangat diperlukan. Bila ada kesadaran satu orang kaya membantu satu orang miskin dalam waktu dekat, dipastikan Indonesia akan bebas dari kemiskinan.

Bahrudin Nasori (Anggota Komisi IX DPR RI)
Republika Online

Penawaran Jurnal Internasional Online

Bagi rekan-rekan yang sedang membutuhkan referensi penelitian, skripsi, tesis, maupun disertasi, kami menyediakan paper jurnal segala bidang pada Jurnal Online yang sering dilanggan oleh universitas terkemuka di Indonesia dan dunia. Jurnal Onlinenya antara lain dari Ebsco, Emerald, Ingenta, Proquest, ScienceDirect, Springerlink, Taylor & Francis, WileyInterscience. File jurnal tersedia dalam bentuk full text (PDF). Bagi yang berminat dapat menghubungi kami lewat email.

Kami juga masih menyediakan banyak jurnal online lainnya. Sebutkan saja alamat jurnalnya atau tuliskan judul lengkap paper jurnalnya, kami siap mendownloadkan dan mengirimkan untuk anda. Kami Untuk pemesanan, pembayaran dan informasi lebih lanjut hubungi amix.pamot@gmail.com atau 085225918312