Wednesday, 4 June 2008

Surat untuk Ibu...

Assalamualaikum Bu..
pa kabar..ibu baik baik aja khan...Bo berdoa untuk Ibu...Bu..bo baca AL Fathehah selalu untuk Ibu setiap selesai Shalat, atau setiap ingat Ibu..Sungguh Bu..Bo selalu doain ibu sehat, sejuk dan nyaman disana...Ibu nanti pulang ya..ceritain ke bo tentang sorga..pasti Ibu betah disana...

Bu...bo nga tau hrus nulis apa...Bo kangen Ibu...nga terasa ya Bu...udah hampir 14 tahun ibu ketempatNya..Ibu Bo kangeeen...sampai sampai setiap kangen Ibu..Bo selalu saja pengen ke makam Ibu...nangis disitu, atau kalau ada hujan Bo selalu aja dilanda kesedihan..

Bu...jangan marah...sampai saat ini Bo masih belum mau nemui Ayah...malas ketemu dia...
Udah ya Bu...Bo doa untuk Ibu...Semoga Ibu dilindungiNya dan dalam berada dalam rahmatNya... Salam untuk Inyik dan Mak Etek dan Nenek...Buyung kecilmu yang ganteng...He he... Assalamualaikum Bu...semoga rahmat dan berkah Allah diberikan kepada Ibu...

Amiiin...

Sembah sujud ananda
Moving Forward

Kenapa aku harus ditanya ada apa dengan organisasi baru itu, tokh aku tidak terlibat didalamnya. Dan kalaupun aku terlibat atau ikut serta menjadi bagiannya, apakah aku salah ?. pertanyaan selanjutnya apa yang aku dapat disini, apa aku bahagia, ini hanya persinggahanku untuk terbang lagi.

Lagipula bagiku pertanyaan itu jelas semakin menampakkan ketidakprofesionalannya. Sebagai "dia" adalah seuatu keharusan baginya untuk berbuat yang terbaik bagi kami disini dan bukan malah lebih banyak meninggalkan pekerjaan pokoknya, atau sibuk untuk suatu hal yang lebih prinadi.

Sesaat lagi, mungkin kita akan berpisah dan tidak ada air mata, tidak ada kata kata.

Monday, 2 June 2008

Kalian tahu dan ingin tahu...??


Kalian tahu rasanya diserang rasa berdosa...??
Tunggulah nanti akan kuceritakan, aku sedang berjuang melawannya.
Kita mencatat kenyataan

Pada awalnya Minggu itu aku mau ke Monas, nikmati keberagaman sebentar, lalu berjalan lagi mengitari kota. Namun urung karena ternyata tumpukan film yang kubeli sehari sebelumnya begitu menggoda.

Siangnya buka internet, dan baca berita di detik.com tentang adanya persitiwa itu, aku jadi berpikir, mau dikemanakan kita saat ini. Kenapa kita harus saling mencincang satu sama lainnya.


Soal FPI aku lebih memilih untuk tidak berkomentar seperti kebanyakan orang yang mengatakan apa saja selama ini. Namun aku cenderung untuk berrkata bahwa kita telah salah dalam berbangsa, bermasyarakat dan mentolerir sesama.

FPI,Aliansi Kebangsaan atau apapun namanya organisasi itu, dan siapapun dia jelas tidak punya hak untuk menghakimi orang atas keyakinannya. Keyakinan adalah hak yang hakiki dan tidak pernah bisa/boleh/ untuk dilarang/dihakimi/dibinasakan.

Aku yakin dengan Allah Subhanahuwatalla ku dan aku yakin dengan Muhammad Rasul akhir zaman ku, adalah hak ku dan adalah keinginanku. Negara ini, pemerintah ini atau organiasi yang mengatasnamakan apapun tidak punya hak untuk menghakimiku. Seperti aku juga tidak punya hal untuk menghakimi/menghina/menistakan mereka atas keyakinan mereka.

Kita harus terus belajar menghormati sesama, agar tercipta kedamaian karena Islam sendiri mengajarkan kepada kita untuk menghormati hak orang lain. Rasulrullah-pun sangat menghormati kaum nasrani dalam menjalankan ibadahnya, dan menentang setiap perbuatan yang mengatasnamakan Islam dan Allah untuk membinasakan orang lain.

Tidakkah sakit bagi kita ummat Islam ketika nama Allah Yang Maha Besar kemudian dipakai untuk menghancurkan. Tidakkah perih bagi kita ketika nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang diteriakkan untuk menyakiti raga orang lain.
Anugrah terindah....

Dan kamu adalah alasan utama mengapa aku melakukan ini...Kamu (dengan penegasan) 
Kampung kecilku..(re posting)

Aku rindu kampung keccilku di Pariaman sana, sebuah jorong kecil yang diterletak di seberang sungai, dengan air yang berasal dari puncak gunung Tandikek..sebuah kampung yang nyaman dan jauh dari kebisingan kota..

Dulu waktu kecil aku hidup disitu, menikmati masa kecil dalam asuhan nenek yang sangat disiplin termasuk dalam urusan keuangan. Menikmati mandi pagi dan sore di sungai yang kami bisa melihat batu-batu didasarnya, terjun dari atas bukit dan menyelam sambil mencari udang atau ikan mungkuih khas dari sungai itu setelah lelah bermain bola. Atau menikmati pekerjaan sampingan sebagai pengangkat padi dan batu.

Aku rindu kampungku, karena di Jorong kecil dan indah itu, ada sawah dan ladang kami, dan disana pula Nenek dan Ibuku tidur dalam damainya kasih Yang Maha Kuasa. Akupun mungkin akan seperti ibu, jika ajal menjemput, aku mau ditidurkan disamping ibu dan nenekku. Karena sangat sedikt sekali waktu yang telah kulalui bersama mereka ketika dunia kami sama.

Beberapa waktu lalu sebelum kembali ke kota ini, aku menyempatkan diri menemui Ibu dan Nenek, meminta doa restunya, memohon maafnya, agar aku tidak tersesat dalam kegelapan di perantauan. Aku rindu kampungku, aku rindu rumahku di sebuah desa kecil dengan sungai jernih yang mengalir deras di depan halamannya..

Sunday, 1 June 2008

Tunggu aku kawan...

Tribute to Hendri Gusvira


Suatu saat nanti kita akan bersama sama meruntuhkan tembok kesombongan yang dibangun oleh orang-orang tua itu.

Dan suatu saat nanti kita akan bersama sama membangun kampung kita, menjadikannya dipandang dan bermartabat..

Tunggu aku...tidak lama lagi aku akan tiba